Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 14:00 WIB

Taylor Swift Hadapi Gugatan Baru Jelang Pernikahan, Klaim Namanya Dipakai Tanpa Izin

Author

Lirik lagu dan terjemahan Eldest Daughter Taylor Swift. (Instagram/taylorswift)

INDOZONE.ID - Taylor Swift kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena kisah cintanya, tetapi juga akibat konflik hukum yang kembali mencuat. 

Taylor Swift hadapi gugatan baru terhadap sebuah perusahaan perlengkapan rumah tangga besar, bernama Cathy Home. Perusahaan itu dituding menggunakan nama dan popularitas Swift tanpa izin resmi.

Mengutip laporan Daily Mail pada 12 Desember waktu setempat, tim kuasa hukum Swift menegaskan, adanya klaim nama Taylor Swift dipakai tanpa izin dalam pemasaran produk bedding dan tekstil rumah tangga dengan merek “Swift Home”. 

Baca juga: Taylor Swift Sumbang Rp1,6 Miliar untuk Anak Penderita Kanker Otak

Persoalan semakin rumit, setelah perusahaan tersebut mengajukan pendaftaran logo baru ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO), yang langsung ditentang oleh pihak Swift.

Sengketa ini sejatinya bukan kali pertama terjadi. Sejak 2015, Taylor Swift dan Cathy Home sudah terlibat perselisihan hukum terkait penggunaan nama Swift Home

Saat itu, Swift memang sempat mengajukan keberatan, namun karena tidak dilanjutkan dengan dokumen penolakan resmi, pada 2016 merek tersebut tetap disahkan untuk kategori produk seperti seprai dan handuk.

Baca juga: Taylor Swift Raup Rp261 Miliar dalam Sehari Lewat Pemutaran Album Baru The Life of a Showgirl

Ketegangan kembali meningkat pada Oktober 2025. Cathy Home mengunggah konten promosi di media sosial yang dinilai secara terang-terangan memanfaatkan ketenaran Taylor Swift. 

Dalam unggahan tersebut, seekor anjing terlihat mengenakan headphone sambil berbaring di atas produk bedding Cathy Home, dengan latar album terbaru Swift, “The Life of a Showgirl”. 

Unggahan tersebut bertepatan dengan perilisan album terbaru Swift, sehingga memicu anggapan bahwa, perusahaan sengaja mendompleng momentum popularitas sang musisi. 

Situasi semakin memanas ketika Cathy Home kembali mengajukan pendaftaran logo Swift Home versi terbaru, dengan tambahan desain sayap. 

Langkah inilah yang akhirnya mendorong Swift mengaktifkan kembali tuntutan hukum Taylor Swift, mengenai hak kekayaan intelektual.

Langkah hukum tersebut dinilai cukup kuat. Sebelumnya, pada 2024, Taylor Swift sukses memenangkan sengketa merek dagang terhadap kanal daring bernama “Taylor Talk”, yang dipaksa membatalkan pendaftaran mereknya. 

Rekam jejak tersebut membuat banyak pihak memprediksi Swift berpeluang besar kembali memenangkan kasus ini.

Di tengah konflik hukum, karier Taylor Swift tetap bersinar. Ia memulai debut pada 2006 lewat single “Tim McGraw” dan telah merilis 11 album yang menuai kesuksesan global. 

Namanya juga tercatat sebagai musisi pertama yang meraih Grammy Album of the Year sebanyak empat kali. Hal itu menjadikannya salah satu penyanyi dan penulis lagu paling berpengaruh di dunia.

Tidak hanya soal karier, kehidupan pribadi Swift juga mencuri perhatian publik. 

Pada Agustus lalu, ia mengumumkan pertunangannya dengan bintang NFL Travis Kelce dari Kansas City Chiefs setelah dua tahun berpacaran. 

Di tengah kebahagiaan tersebut, Swift tetap menunjukkan ketegasan dalam melindungi nama dan hak intelektual yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: M.entertain.naver.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU