INDOZONE.ID - Gusti Ngurah Anom atau biasa dikenal dekat dengan sapaan Ajik Krisna menceritakan momen-momen mencekam saat berada di dalam helikopter bareng artis Raffi Ahmad.
Helikopter yang ditumpangi itu terdampak cuaca buruk dan nyaris celaka di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utar, pada Kamis (15/1/2026). Tragedi itu sempat mengkhawatirkan masyarakat setempat.
Kejadian ini terungkap melalui postingan Instagram manajer Raffi Ahmad, @priotralala atau Prio Bagja Anugrah, pada Jumat (16/1/2026).
Dalam video yang beredar melalui akun TikTok @tinimuetz, memperlihatkan sebuah helikopter terbang tidak stabil di langit berawan tebal di atas area persawahan dan permukiman warga.
Seorang warga tertangkap kamera tengah mengabadikan momen tersebut sembari menyuarakan kecemasannya. Dalam rekaman itu, terdengar ia terus merapalkan doa agar helikopter tersebut tetap stabil dan tidak mengalami kecelakaan.
Sudah Koordinasi dengan BMKG
Melalui kanal resmi Krisna Oleh-Oleh Bali, Anom memberikan penjelasan bahwa penerbangan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau progres pembangunan UMKM.
Ia menegaskan telah berkoordinasi dengan BMKG sebelum lepas landas. Namun, karena keterbatasan jadwal Raffi Ahmad yang hanya tersedia pada hari itu, operasional penerbangan akhirnya tetap diputuskan untuk berjalan.
"Jadi sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG memang cuacanya lagi kurang bagus. Nah tetapi karena waktunya Raffi hanya ada kemarin untuk ke Bali dan berkunjung ke Bali utara melihat persiapan pembangunan lahan UMKM. Jadi mau nggak mau ya kita berkoordinasi dengan pihak helikopter," ungkap Anom dalam video yang diunggah akun TikTok @krisnaoleholehbali, dikutip pada Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan penjelasannya, situasi cuaca pada pagi hari itu masih dikategorikan kondusif meski langit tampak sedikit berawan.
Raffi Ahmad diketahui tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 WITA, dan segera berpindah ke helikopter untuk bertolak menuju Bali Utara.
Seluruh rangkaian perjalanan udara tersebut berjalan tanpa hambatan hingga rombongan sampai di lokasi tujuan.
Cuaca mulai mendung disertai gerimis pukul 10.00 Wita. Karena Raffi Ahmad harus kembali ke Solo pukul 11.00 Wita, penerbangan dari Bali utara ke Bandara Ngurah Rai tetap dilanjutkan.
"Nah begitu balik dari Bali utara kurang lebih jam sepuluh, memang cuaca sudah agak mendung dan agak gerimis. Karena Raffi harus balik jam sebelas itu ke Solo, mau nggak mau kami melanjutkan penerbangan dari Bali utara," ujarnya.
Situasi Tampak Sangat Genting, Diselimuti Ketegangan
Ia mengungkapkan betapa menakutkannya kondisi di dalam helikopter saat itu. Setelah lima menit terbang dengan lancar, helikopter tiba-tiba terjebak dalam kabut tebal pada menit kesepuluh.
Situasi tersebut tak pelak membuat para penumpang diliputi rasa cemas dan ketegangan yang luar biasa.
"Kabut terlalu gelap. Sangat gelap. Bahkan apapun kami nggak lihat. Sama sekali nggak ngelihat apa di bawah itu semua itu gelap. Hanya kabut aja. Nah kurang lebih sepuluh menit pesawat itu, helikopter itu berputar, putar, putar. Nah saya sendiri sangat tegang waktu itu," jelas Anom.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Raffi Ahmad Datang ke Nusakambangan Bareng Irfan Hakim
Kekhawatiran mendalam sempat dirasakan oleh seluruh awak rombongan. Meski ada permintaan untuk mendarat darurat, pilot yang bertugas tetap melanjutkan penerbangan setelah memastikan bahwa situasi masih berada dalam batas aman.
Keahlian pilot tersebut kemudian mendapat pujian khusus dari Anom. Selain itu, Anom juga mengapresiasi masyarakat sekitar yang turut merasa cemas dan mengirimkan doa ketika menyaksikan manuver helikopter di atas wilayah hunian mereka.
Belum ada konfirmasi resmi dari Prio Baja Anugrah, manajer Raffi Ahmad, perihal kejadian tersebut. Di pihak otoritas penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai mengaku tengah berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk mendalami rincian awal terkait peristiwa yang menimpa rombongan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok @tinimuetz, Instagram @priotralala