INDOZONE.ID - Sebagai pekerja seni, aktor sekaligus public figure Raditya Dika ternyata sangat khawatir terjangkit dengue. Bila terjangkit, gigitan nyamuk bisa mengganggu pekerjaannya.
Raditya Dika menyadari bahwa dengue bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Dampaknya bisa serius, bahkan mengancam jiwa, dan bisa terjadi pada siapa saja, tanpa pandang bulu.
“Dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di industri kreatif, ketika satu orang sakit, efeknya bisa ke banyak hal. Pekerjaan tertunda, rencana berubah, dan orang-orang di sekitar kita juga ikut terdampak,” katanya dalam acara SIAP Lawan Dengue “Bersama Lawan Dengue, Investasi untuk Kesehatan Karyawan dan Produktivitas Perusahaan” di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Raditya Dika Bagikan 40 Pelajaran Hidup yang Didapat saat berumur 40 Tahun: Jangan Gosipin Orang!
Agar tidak terjangkit dengue, suami Annisa Aziza ini melakukan berbagai upaya pencegahan. Menurut dia, manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan timnya.
“Termasuk untuk dengue, penting untuk mulai mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan inovatif yang tersedia, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing, agar kita bisa tetap produktif dan menjalani aktivitas dengan lebih tenang,” tambahnya.
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, MKM, menyatakan bahwa dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok usia produktif. Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Saat ini, Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai langkah penguatan implementasi ke depan,” ujarnya.
“Pendekatan seperti SIAP Lawan Dengue mendukung upaya nasional menuju pengendalian dengue yang lebih efektif dan berkelanjutan. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk menurunkan beban penyakit ini,” lanjut dr. Prima.
Baca juga: Raditya Dika Tolak Kenaikan Harga untuk "Cerita Anehku", Pilih Penonton Histeris Daripada VIP
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Pengujian K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M. Yusuf, menambahkan bahwa tempat kerja sangat rawan terhadap penyebaran dengue karena berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Penerapan higiene dan sanitasi lingkungan kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 wajib diterapkan.
“Pelaku dunia usaha harus memperkuat edukasi pekerja sebagai agen perubahan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kemnaker juga mendorong peningkatan perlindungan yang inklusif bagi pekerja informal, seperti buruh bangunan, petani, dan pekerja lapangan,” tuturnya.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, juga menegaskan bahwa dengue masih menjadi tantangan kesehatan sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kerja.
“Karena itu, kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten, bukan hanya kesadaran. Kami melihat bahwa tempat kerja memiliki peran penting sebagai titik awal perlindungan, di mana perusahaan dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan karyawannya secara lebih terstruktur,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan