Selasa, 19 MEI 2026 • 15:00 WIB

Detik-detik Mengharukan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani Sambut Kelahiran Bayi Usai 9 Tahun Penantian

Author

Pasangan Selebriti Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Penantian panjang pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani untuk menyambut kelahiran buah hati pertamanya berakhir bahagia. Setelah 9 tahun berharap dan berjuang, pasangan ini akhirnya dikaruniai anak pertama mereka pada 2026.

Aktor sekaligus pesepak bola 42 tahun ini menceritakan detik-detik mengharukan saat sang istri melahirkan bayi laki-laki bernama Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi. Yulia melahirkan buah hati pertamanya dengan proses caesar dan metode ERACS di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat, pada Jumat 15 Mei 2026. 

“Penantian kami selama 9 tahun sampai akhirnya terwujud. Di hari Jumat jam 08.00 itu rasanya campur aduk, dokter juga saat itu berusaha yang terbaik, karena program ini dari 9 tahun itu perjalanan kita cukup panjang, karena di 2018 pernah hamil di luar kandungan, sehingga harus dilakukan operasi,” ungkapnya saat press conference, Senin 18 Mei 2026.

Bukan tanpa sebab, Yulia sempat dinyatakan sulit punya keturunan, karena mengalami masalah reproduksi Tuba Falopi  dan baru ketahuan di 2022. Saat itu, Yulia harus melakukan operasi pengangkatan kedua tuba.

“Kami pernah di-judge susah untuk mempunyai keturunan lagi. Sempat hopeless, tapi kami sekali lagi tidak menyerah karena kami berserah,” imbuhnya. 

Baca juga: Lee Si Young Ungkap Kehamilan Anak Kedua melalui IVF, Tanpa Persetujuan Mantan Suami

Tak pantang menyerah, pasangan beda 4 tahun ini pun memutuskan untuk melakukan program hamil. Pernah sempat gagal, tapi di 2026 ini berbuah manis.

Mereka menjalani IVF di Smart Fertility Clinic Primaya Evasari Hospital, dengan prosedur Ovum Pick Up (OPU) pada Februari 2025. Lalu dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025 dan 2 minggu kemudian, kantong kehamilan mulai terlihat.

“Kami menjalani itu dengan berat, tapi ya sudah kami pasrahkan, kami ikhlaskan, kita jalanin aja dengan niat yang tulus. Proses yang saya jalanin itu betul-betul berat, tapi kita tetap semangat karena semua tim dokter, semua perawat menyemangati kita,” bebernya. 

Kisah Kehamilan Yulia Rahmayani yang Unik  hingga Mengharukan

Rifky juga sempat menceritakan proses kehamilan yang dialami Yulia. Ada banyak cerita unik hingga momen mengharukan yang mereka lalui selama menantikan buah hati pertama mereka.

“Alhamdulillah saya jalani semuanya dengan senang, karena memang ini yang kami nantikan,” ujar Rifky.

Ia mengungkapkan, sejak memasuki bulan keempat kehamilan, Yulia sangat sensitif terhadap aroma parfum dan kondisi itu bahkan sempat memicu perdebatan kecil di antara mereka.

“Saya pernah sampai berargumen, ‘Kamu tuh ngapain sih suka pakai parfum?’ Ya sudah, akhirnya saya tidak pakai parfum lagi sampai saat itu,” katanya.

Tapi menjelang kelahiran, tiba-tiba pasangan ini kembali dilanda perasaan gundah. Rifky mengaku sempat merasa khawatir karena berat badan calon bayi tergolong kecil. Pada usia kandungan 34 minggu, berat janin disebut masih berada di angka 1,4 kg.

“Ada kekhawatiran juga saat itu. Kami coba push dengan makan protein dan lain-lain, tapi naiknya hanya sedikit, sekitar 1,7 kg,” ungkapnya.

Berbagai upaya pun dilakukan hingga akhirnya berat sang bayi berhasil mencapai 2,2 kg menjelang proses persalinan. Dan saat bayi dilahirkan, berat badannya mencapai 2,45 kg dan panjang 45 cm. 

Baca juga: Selamat! Hanggini Umumkan Tengah Hamil Anak Pertama: Harapan Baru Akhirnya Hadir

Kondisi Medis yang Dialami Yulia dan Bayi

Dari sisi medis, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., mengatakan sempat terjadi kekhawatiran sempat muncul karena pertumbuhan janin tidak sesuai dengan target usia kehamilan. Ia mengatakan, kondisi ini membuat tim dokter terus melakukan pemantauan intensif agar ibu dan bayinya sehat. 

“Bagi kami, ini bukan hanya sekadar berhasil hamil, tetapi bagaimana mendapatkan bayi yang sehat dan ibu yang sehat,” ujar dr Syanty.

Tim medis kemudian melakukan berbagai upaya untuk membantu meningkatkan berat badan janin. Mulai dari pemberian nutrisi tambahan, suplemen, hingga pemantauan intensif.

“Alhamdulillah bayi lahir dengan selamat, ibu sehat, dan tidak ada komplikasi berat selama operasi,” tambah sang dokter.

Lebih lanjut untuk kondisi sang ibu yang sempat dinyatakan sulit memiliki keturunan, dr Syanty menegaskan bahwa bahwa setiap pasangan memiliki tantangan fertilitas yang berbeda. Sementara peluang kehamilan tetap dapat diupayakan melalui pendekatan medis yang tepat. 

“Pada kasus dengan kerusakan tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh kehamilan,” terangnya. 

Dalam kasus ini, kata dr Syanty, hanya ada satu embrio yang berhasil. Sehingga kehamilan yang terjadi benar-benar menjadi anugerah yang sangat berarti.

“Beruntungnya, Rifky dan Yulia menjalani seluruh proses dengan penuh kepasrahan. Mereka mendapat dukungan positif dari keluarga dan orang-orang terdekat, yang sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional selama program berlangsung,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU