Tak Hanya Bahasa, Jang Hansol Kini Fasih Bikin Merinding di Film '402 Rumah Sakit Angker Korea'
INDOZONE.ID - Nama Korea Reomit mungkin sudah tak lagi asing bagi para penggemar kisah kriminal, horor, atau misteri khususnya yang berasal di Korea Selatan.
Kanal YouTube yang kerap membagikan kisah-kisah mengerikan tersebut dinarasikan oleh Jang Hansol, kreator konten asal Korea Selatan yang pernah menetap di Malang, Jawa Timur, selama belasan tahun.
Tak heran, ia begitu fasih berbahasa Indonesia dan Jawa, dengan logat medok yang seringkali membuat warga lokal terheran-heran saat pertama kali mengenalnya.
Baca juga: Jang Hansol Beberkan Kronologi Tragedi Itaewon Versinya, Ternyata Begini Awal Mulanya
Keunikan dari gaya bercerita Hansol menjadikannya sebagai salah satu kreator konten storytelling paling dikenal di YouTube.
Kini, Hansol mulai melebarkan sayap ke dunia akting melalui debut aktingnya pada film 402 Rumah Sakit Angker Korea, film adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum yang rilis 2018 silam.
Pada awalnya, Hansol sulit mengartikan apa itu arti ‘akting’ sebenarnya. Ia mengaku masih khawatir terkait reaksi yang akan didapatkan dari audiens karena ini pertama kalinya ia terjun langsung di film layar lebar.
“Jujur, masih takut dengan feedback dari orang-orang. Tapi aku sangat bersyukur, berkat para aktor lain, proses syutingnya bisa berjalan dengan baik hingga selesai.” Ujarnya
Bagi Hansol, tantangan terbesar justru datang dari proses memahami dunia akting itu sendiri. Ia mengaku sempat merasa malu saat harus menjadi sosok yang bukan dirinya di hadapan banyak orang.
Namun, suasana syuting yang kondusif membuatnya perlahan merasa lebih percaya diri dan nyaman selama proses produksi berlangsung.
Dalam 402 Rumah Sakit Angker Korea, Hansol berperan sebagai Daeho. Seorang warga lokal Korea yang fasih berbahasa Indonesia.
Daeho kemudian bertemu dengan Juna (diperankan oleh Arbani Yasiz), seorang kreator konten yang ingin mengeksplor tempat-tempat horor di Korea bersama tim kreator konten lainnya
dari Indonesia. Berbekal kemampuannya dalam memahami kedua budaya, Daeho pun membantu rombongan Juna dan teman-temannya menjelajahi lokasi uji nyali yang menjadi pusat cerita film.
Menariknya, ia merasa karakter Daeho terasa selaras dengan sosok Hansol yang selama ini dikenal sebagai "jembatan" antara Indonesia dan Korea melalui konten-kontennya di kanal YouTube Korea Reomit.
Kehadirannya di film ini seolah menjadi perpanjangan dari peran yang selama ini ia jalani di dunia nyata, yakni membantu masyarakat Indonesia mengenal Korea dari sudut pandang orang lokal.
Tak seperti cerita kebanyakan orang saat syuting film horor, Hansol justru membawa pulang pengalaman yang cukup menggelitik.
Beberapa kali ia sempat dibuat kaget saat berjalan sendirian dan tiba-tiba melihat anggota kru yang bersembunyi di sudut ruangan agar tidak tertangkap kamera.
“Karena seharusnya nggak ada orang, aku juga jadi kaget.” Ungkapnya sambil tertawa.
Pengalaman lucu dari Hansol tersebut tak lepas dari konsep produksi film 402 Rumah Sakit Angker Korea yang mengusung gaya found footage.
Dalam konferensi pers, tim produksi mengungkapkan bahwa para pemain tidak hanya berakting, tetapi juga mengoperasikan kamera sendiri.
Proses syuting menggunakan sekitar 28 kamera dari berbagai sudut sehingga kru harus memantau dari lokasi yang jauh agar tidak masuk ke dalam frame.
Hal tersebut membuat para aktor benar-benar merasakan sensasi seolah sendirian di lokasi yang mencekam.
Meskipun film ini merupakan adaptasi resmi dari film Gonjiam: Haunted Asylum, Hansol memastikan versi Indonesia akan menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Ia menyatakan bahwa film ini akan membuat penonton terus berpikir sehingga menontonnya sekali saja tidak cukup.
Baca juga: Ketemu di 'Kencan Virtual', Jang Hansol dan Dita Karang Bikin Netizen Baper
Kedepannya, Hansol tidak menutup dari kesempatan lainnya untuk kembali menjajal dunia akting. Meski demikian, ia juga mengetahui bahwa perjalanannya masih panjang dan masih perlu banyak belajar untuk menjadi seorang aktor
yang baik. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya, Bolo Reomit, yang selama ini mendukung perjalanan kariernya hingga bisa mendapatkan kesempatan bermain film.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis