Senin, 07 OKTOBER 2024 • 17:20 WIB

Keluarga Gandeng Pengacara Selidiki Dugaan Peran P Diddy atas Kematian Tupac Shakur

Author

Keluarga Gandeng Pengacara untuk Selidiki Dugaan Peran P Diddy Atas Kematian Tupac Shakur.

INDOZONE.ID - Keluarga mendiang Tupac Shakur, menyewa pengacara Alex Spiro untuk menyelidiki dugaan hubungan kematian sang rapper dengan Sean 'Diddy' Combs, yang kini terjerat dalam dakwaan dan banyak gugatan pasal kejahatan seksual.

Spiro adalah salah satu pengacara terkemuka di Hollywood. Ia telah mewakili orang-orang seperti Megan Thee Stallion, Jay-Z, dan Elon Musk.

Kasus kelas tinggi terbarunya berakhir dengan kemenangan ketika seorang hakim New Mexico, menolak tuduhan pembunuhan tidak disengaja terhadap aktor Alec Baldwin.

Spiro juga saat ini mewakili Wali Kota New York Eric Adams, yang menghadapi tuduhan korupsi dan penyuapan.

Melansir dari courttv.com, saat ini Sean Combs menghadapi tuduhan penyerangan seksual, pemerkosaan, dan perdagangan manusia dari sejumlah tuntutan hukum, serta tuntutan federal setelah dakwaan tiga tuduhan menuduhnya atas tindakan menculik dan memperdagangkan wanita.

Shakur berusia 25 tahun saat ia ditembak dan tewas ketika mengemudi di Sin City pada September 1996. Kasus pembunuhan tersebut tetap tidak terpecahkan, hingga Duane 'Keffe D' Davis ditangkap dan didakwa atas pembunuhannya pada tahun 2023.

Baca Juga: Rapper Diddy Beri Kado Ultah Ibu Cek Senilai Rp14,2 Miliar, Tanda Rasa Sayang

Rapper legendaris tersebut akhirnya meninggal karena luka-lukanya enam hari kemudian, tepatnya pada 13 September 1996.

Mantan pemimpin geng Duane 'Keefe D' Davis ditangkap pada September 2023, dan didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan dengan senjata mematikan terkait dengan serangan tersebut.

Keluarga pun memutuskan untuk menyewa pengacara setelah Davis pada Juli 2024, diberitakan mengklaim bahwa Combs atau rapper P Diddy menawarkan US$1 juta untuk membunuh Shakur.

Davis yang akan diadili pada Maret 2025, telah membuat klaim bahwa Combs menawarkan 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp15,6 miliar untuk menembak Shakur.

Pada bulan September, Combs ditangkap dan didakwa melakukan konspirasi pemerasan, perdagangan seks, hingga terlibat dalam pelacuran.

Hal itu terjadi hampir setahun setelah mantan pacarnya, Casandra 'Cassie' Ventura, mengajukan gugatan pelecehan seksual terhadap figur penting dalam industri hiburan AS itu.

Sejak saat itu, dugaan keterkaitan antara keduanya muncul.

Kabar tersebut makin kencang ketika Eminem merilis lagu "Fuel" yang jadi bagian album The Death of Slim Shady (Coup de Grace) pada Juli 2024.

Pemenang Grammy tersebut juga memberikan shout-outs kepada mendiang Notorious B.I.G dan Tupac Shakur, sambil menyinggung P Diddy yang dirumorkan turut berperan dalam pembunuhan pada 1996.

"R.I.P., rest in peace, Biggie / And Pac, both of y'all should be living (Yep) / But I ain't tryna beef with him (Nope) / 'Cause he might put a hit on me like Keefe D did him," demikian bagian lirik lagu Eminem.

Beberapa tahun sebelumnya, Eminem juga diyakini menyindir P Diddy atas dugaan keterlibatan pembunuhan Tupac Shakur melalui "Killshot", diss track untuk Machine Gun Kelly, yang dirilis pada 2018.

Baca Juga: Selamat! Eminem akan Jadi Kakek, Kehamilan Putrinya Diumumkan Pakai MV

"But, Kells, the day you put out a hit's the day Diddy admits that he put the hit out that got Pac killed."

Pada 2008, P Diddy membantah terlibat dalam serangan Tupac. "Cerita itu bohong," kata maestro hip-hop itu dalam sebuah pernyataan menyusul pemberitaan Los Angeles Times bahwa rekan-rekannya bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Itu sangat menggelikan dan sepenuhnya salah. Baik (mendiang rapper Notorious B.I.G.) atau saya tidak mengetahui adanya serangan sebelum, selama, atau setelah itu terjadi," demikian bantahan P Diddy kala itu.

"Saya terkejut bahwa Los Angeles Times begitu tidak bertanggung jawab hingga menerbitkan cerita yang tidak berdasar dan sepenuhnya tidak benar seperti itu," sambungnya.

P Diddy merupakan musisi yang pernah menjadi menjadi salah satu tokoh paling berkuasa dan berpengaruh dalam industri musik Barat.

Meski demikian, Combs didakwa oleh jaksa federal bulan lalu atas berbagai tuduhan yang menuduhnya sebagai dalang operasi kriminal besar-besaran, selama beberapa dekade yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhannya akan "kepuasan seksual."

Hingga saat ini, 12 korban telah mengajukan kasus pelecehan seksual perdata terhadap Combs selama setahun terakhir.

Penulis: Hilwah Nur Puspitawati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Courttv.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU