INDOZONE.ID - Kasus kematian Kim Sae Ron yang diduga ada kaitannya dengan Kim Soo Hyun kembali bikin heboh publik. Meski ada bukti baru soal rekaman, tapi ada hal lain yang tidak kalah bikin gempar.
Saksi kunci dalam kasus ini justru jadi korban penusukan brutal di Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, kasus ini sampai bikin FBI turun tangan langsung buat menyelidiki.
Yuk, simak perkembangan mengejutkan dari skandal yang terus bikin geger ini.
Saksi Kunci dalam Kasus Kim Sae Ron Diserang di AS
Pada 7 Mei 2025, CEO Garo Sero Research Institute, Kim Se Eui, kembali mengadakan konferensi pers yang digelar di Gangnam, Seoul.
Ia mengungkap kalau ada seorang saksi kunci yang menyimpan rekaman audio penting dari Kim Sae Ron. Saksi ini jadi korban penyerangan yang diduga sebagai percobaan pembunuhan.
Bu Ji Seok, pengacara yang mewakili keluarga mendiang Kim Sae Ron, juga hadir dalam konferensi pers tersebut.
Baca Juga: Kim Soo Hyun Terlilit Masalah, Drakor Knock Off Ditunda Tanpa Batas Waktu
Mereka mengungkap, “Satu bulan sebelum Kim Sae Ron meninggal, ia sempat bercerita pada saksi yang tinggal di New Jersey, AS. Sang aktris menyebut kalau orang yang paling menyakitinya adalah Kim Soo Hyun dan Lee Jin Ho.”
Pada kesempatan itu, Kim Se Eui juga menyebut ada rekaman berdurasi sekitar 90 menit yang diambil pada 10 Januari dengan persetujuan dari Kim Sae Ron. Rekaman tersebut berisi pengakuan tentang dugaan kejahatan-kejahatan yang dialami mendiang.
Baca Juga: Pesan Haru Kim Sae Ron untuk Mendiang Moonbin: Tunggu Aku, Sampai Jumpa Nanti
Saksi Kunci Ditusuk 9 Kali, FBI Ikut Turun Tangan
Kim Se Eui menyebut bahwa pada 30 April, saksi kunci itu diserang secara tiba-tiba dan ditusuk sembilan kali di bagian leher oleh dua pelaku. Satu orang Korea dan satu lagi keturunan Korea asal China.
Serangan ini terjadi di New Jersey, selang lima hari setelah kedua tersangka masuk ke AS lewat Bandara JFK. Karena kasus ini dianggap sangat serius dan berskala internasional, FBI pun mengambil alih penyelidikan dari pihak kepolisian setempat.
Bahkan, penyidik menemukan kalau sebelum penyerangan terjadi, sempat ada telepon ke salah satu kenalan Lee Jin Ho. Fakta ini membuat kasus makin rumit, sampai mengarah adanya dugaan perencanaan pembunuhan.
Garo Sero Minta Polisi Korea Ikut Selidiki Dugaan Pembunuhan Berencana
Garo Sero Research Institute juga sudah mengajukan permintaan resmi ke Kepolisian Metropolitan Seoul. Mereka ingin kasus ini diselidiki sebagai dugaan pembunuhan berencana.
Kim Se Eui menjelaskan bahwa konferensi pers ini dilakukan atas permintaan dari keluarga saksi kunci yang khawatir akan adanya serangan lanjutan.
Meski tidak semua bisa disampaikan demi alasan keamanan, ia menekankan kalau publik harus tahu seberapa besar kasus ini.
Saat penyelidikan terus berjalan, pihak berwenang di AS makin fokus mendalami kasus yang terjadi. Kasus ini jadi skandal besar berskala internasional karena melibatkan beberapa negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kbizoom