Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 15:10 WIB

Keren! Turis-Seniman Jepang Jago Beraksi dengan Gamelan di Sanggar Begog Kiyatdiharjo

Keren! Turis-Seniman Jepang Jago Beraksi dengan Gamelan di Sanggar Begog KiyatdiharjoTuris Jepang bermain gamelan (Edelweis Ratushima/ZCreators)

INDOZONE.ID - Sebanyak 15 turis Seniman asal Jepang, tampil main gamelan di Sanggar Begog Kiyatdiharjo milik Yohanes Subowo, di Dukuh Candi, Klaten, Jawa Tengah. 

Selain itu, para turis juga praktek langsung gejog lesung dan menyaksikan anak-anak menari. Begitu tiba, para turis ini disambut hangat warga sekitar dan pengurus sanggar.

Mereka disuguhi penampilan karawitan anak-anak dan warga sekitar yang belajar di sanggar tersebut. Setelah itu, gantian para turis ini masuk ke panggung, memainkan seperangkat alat gamelan dengan fasih.

Di hadapan puluhan warga yang menyaksikan dari dekat, para turis ini menunjukkan kebolehannya berimprovisasi dalam karawitan kontemporer.

Baca juga: Buku Selangkah di Belakang Mbak Tutut, Kisah Perjuangan Putri Sulung Soeharto

 Ada perform art yang sangat bagus, dengan memanfaatkan alat musik tradisional tersebut. Bahkan ada kolaborasi memadukan gamelan, sekshopone dan gejog lesung. Para penontonpun dibuat kagum atas penampilan mereka. 

Di akhir kunjungan, para turis seniman ini menyaksikan puluhan anak-anak menari tradisional. Oh ya, para turis ini, menurut keterangan Yohanes Subowo, bukanlah turis biasa.

"Mereka ini dari lintas profesi. Ada yang bekerja sebagai teknisi, ada yang sebagai dosen, guru, dan lain-lain, yang menyukai seni. Nama grupnya Margasari," jelas Subowo yang berprofesi sebagai dosen ISI tersebut.

Grup Margasari ini, lanjut Subowo, usianya sudah lama dan mempunyai banyak anggota atau murid. Mereka menaruh perhatian pada musik gamelan.

Baca juga: Elwin Hendriyanto Garap Lagu Daerah dengan Sentuhan Modern di PSM 2025

Untuk memudahkan dalam belajar, grup Margasari ini sudah mempunyai dua perangkat gamelan di Osaka sana.

"Jadi ceritanya, mereka ini mau tampil di ISI Yogyakarta. Karena saya pernah berkolaborasi dengan para seniman di Osaka, mereka ini saya ampirke datang ke sanggar Begog sekaligus praktek gamelan," jelas Subowo, baru-baru ini.

Bagi Subowo, belajar musik gamelan itu bisa untuk hiburan, rileksasi bisa untuk therapi, sarana pendidikan, dan melestarikan budaya.

"Gamelan sudah diakui UNESCO, kita sebagai seniman dan generasi muda harus menjaga dan melestarikan budaya leluhur ini," ujar Subowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keren! Turis-Seniman Jepang Jago Beraksi dengan Gamelan di Sanggar Begog Kiyatdiharjo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!