Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 DESEMBER 2025 • 13:00 WIB

Gen Z Jadi Kalangan yang Aktif Manfaatkan Panggung Kompetisi untuk Ekspresi Diri

Gen Z Jadi Kalangan yang Aktif Manfaatkan Panggung Kompetisi untuk Ekspresi DiriKalangan Gen Z dinilai aktif memanfaatkan panggung kompetisi sebagai sarana ekspresi diri. (Ist)

INDOZONE.ID - Kalangan Gen Z dinilai aktif memanfaatkan panggung kompetisi sebagai sarana ekspresi diri, pembentukan personal branding, hingga mendapatkan paparan publik secara instan.

Hal ini setidaknya tampak dari Rangkaian acara Aice Got You! Panggung Crispymu! yang menutup gelarannya di Yogyakarta dengan antusiasme besar dan menjadi ruang ekspresi yang inklusif bagi talenta lintas usia dan genre. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kompetisi di lima kota besar: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Surabaya.

Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, menyampaikan bahwa antusiasme peserta di berbagai kota menegaskan pentingnya kompetisi sebagai ruang pengembangan kreativitas Gen Z.

“Mereka berani menggabungkan keroncong dengan vibe kekinian atau tarian tradisional dengan kontemporer. Ini adalah bukti bahwa Gen Z menggunakan panggung fisik untuk membangun personal branding unik yang siap bersaing di industri kreatif digital saat ini. Orisinalitas dan kemampuan untuk tampil tulus adalah dua kunci utama mereka,” ujar Sylvana.

Yogyakarta Menjadi Titik Terkuat Eksplorasi Talenta

Yogyakarta menjadi salah satu kota penyelenggaraan yang menonjol dengan keberagaman bakat. Panggung kompetisi menyoroti solo performer, musik kreatif, dan seni multidisiplin. 

Baca juga: Nyanyi Gak Pandang Fisik, Kompetisi Unik Asal Korea Ini Buka Jalan ke Panggung Dunia

Acara ini menghadirkan kesempatan bagi peserta untuk tampil langsung di hadapan penonton serta dinilai oleh juri berpengalaman.

Kehadiran panggung Aice Got You! dengan truk panggung dan dekorasi Crispy Balls menjadi ruang ekspresi yang memadukan pengalaman komunal dan digital, di mana Gen Z cenderung memilih jalur individual dan menampilkan karya personal.

Yogyakarta memperlihatkan kemampuan eksplorasi genre dalam satu panggung, mulai dari perpaduan keroncong dan pop modern, hingga seni tari yang merangkai unsur tradisional dan kontemporer.

Standar Penjurian di Final Yogyakarta

Pada babak final di Yogyakarta, penilaian dipimpin oleh musisi Marcell Siahaan, content creator Jovial da Lopez, serta komika Nopek Novian. Kombinasi ketiga juri tersebut menghadirkan evaluasi yang mencakup musikalitas, nilai visual, dan gaya personal yang membumi.

“Terus terang, tidak mudah menentukan tiga pemenang dari lima belas finalis yang semuanya memiliki kualitas di atas rata-rata,” kata Marcell. 

Ia menambahkan bahwa kompetisi tersebut memiliki level tinggi dan proses penilaiannya cukup sulit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gen Z Jadi Kalangan yang Aktif Manfaatkan Panggung Kompetisi untuk Ekspresi Diri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!