Ilustrasi kompetisi nyanyi. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sebuah format kompetisi menyanyi yang unik asal Korea hadir di Indonesia. Veiled Musician Indonesia (VMI) siap menghibur masyarakat Indoensia dengan konsep berbeda.
Tidak seperti kompetisi lainnya, acara ini memfokuskan kualitas vokal tanpa melibatkan aspek visual atau penampilan fisik peserta. Terinspirasi dari program SBS Korea, VMI memberikan warna baru dalam dunia hiburan Tanah Air.
“Ini program yang sangat unik. Karena banyaknya Korean fans, baik untuk drama dan lainnya, jadi program ini cocok ditayangkan di Indonesia. Apalagi Indonesia ini betul-betul negara yang punya talenta luar biasa dan ini jadi satu wadah untuk go internasional,” kata CEO RTV Artine S. Utomo saat Press Conference di Jakarta.
Selain penilaiannya yang murni berdasarkan suara, 3 pemenang dari kompetisi ini akan diberangkatkan langsung ke Korea Selatan pada November tahun ini. Mereka akan bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Hal ini menjadikan VMI tidak hanya ajang nasional, tetapi juga sebagai batu loncatan bagi talenta lokal menuju kancah internasional. Keren banget kan?
Baca juga: Danielle NewJeans Kepergok Lari Bareng Park Bo Gum Jelang Kompetisi
Press conference Veiled Musician Indonesia
Jevier Justin, salah satu host dan figur publik juga ikut terlibat dalam acara ini. Ia mengaku bahwa keterlibatannya dalam VMI cukup mendadak. Meski begitu, ia merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan talenta-talenta luar biasa ini.
"Awalnya saya bahkan sempat salah ucap kata ‘veiled’, tapi makin lama setelah ngobrol dengan judges jadi paham. Kita gak bisa sama sekali lihat kontestan, jadi siapa yang gak pede dengan rupa tapi suara bagus, ada chance di sini sampai berlaga di Korea Selatan,” ucapnya.
Salah satu juri utama, Novia Bachmid, berbagi pengalaman pribadinya sebagai penyanyi yang telah lama mengikuti berbagai audisi dan kompetisi.
"VMI ini beda banget. Kita benar-benar hanya menilai dari vokal. Kita enggak tahu siapa peserta aslinya, bahkan nama mereka pun enggak dikasih tahu. Jadi semua berdasarkan feeling saat mendengar mereka bernyanyi,” ujar Novia.
Baginya, yang paling penting dalam kompetisi ini adalah kemampuan peserta mendalami lirik, menyampaikan emosi, dan keluar dari zona nyaman. Lagu-lagu yang diberikan sering kali tidak mudah, dan para peserta ditantang untuk mengembangkan interpretasi mereka sendiri.
Penyanyi asal Singapura, Lullaboy, mengaku ini adalah kali pertamanya duduk di bangku juri. Baginya, pengalaman ini sangat emosional dan membuka mata terhadap potensi besar yang dimiliki Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan