INDOZONE.ID - Warga Jakarta dan sekitarnya berkesempatan menyaksikan pementasan budaya legendaris tanpa perlu melakukan perjalanan jauh pada akhir pekan ini.
Lakon Shinta Obong, yang merupakan bagian dari wiracarita Ramayana, dijadwalkan tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada hari ini, Sabtu, 18 dan Minggu, 19 April 2026.
Pertunjukan yang biasanya menjadi ikon wisata di Candi Prambanan ini kini dihadirkan secara terbuka bagi masyarakat umum sebagai bagian dari upaya mendekatkan seni tradisi ke ruang publik perkotaan.
Pertunjukan ini menampilkan salah satu adegan paling emosional dalam cerita Ramayana, yaitu momen pembuktian kesetiaan Shinta melalui kobaran api.
Pertunjukan ini menggabungkan elemen visual modern dengan gerak tari tradisional untuk menyampaikan pesan-pesan mendalam dari kisah Shinta Obong.
Tata panggung dan permainan cahaya difungsikan untuk mempertegas setiap adegan, menciptakan kontras yang mendukung alur cerita.
Narasi yang dibawakan fokus pada konflik batin mengenai cinta dan pembuktian kesetiaan, memberikan ruang bagi audiens untuk memahami makna filosofis di balik lakon epik tersebut.
Lantas, seperti apa latar belakang di balik pertunjukan Shinta Obong? Simak informasi selengkapnya berikut ini!
Pertunjukan Shinta Obong di TMII. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
Pertunjukan Shinta Obong yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini berfokus pada kemenangan Sri Rama atas Alengka dan tumbangnya Prabu Dasamuka yang ternyata tidak serta-merta mengakhiri duka Dewi Sinta.
Meski jeruji besi telah runtuh, ia tetap terbelenggu di taman Argasoka oleh keraguan sang suami yang meragukan kesetiaannya selama di pengasingan.
Melalui perantara Hanoman, Rama menyampaikan kegundahan hatinya, sebuah pesan yang menyayat sanubari Sinta.
Bagi sang dewi, keraguan ini adalah luka yang lebih pedih daripada masa penawanannya; sebuah pertanyaan besar atas cinta dan pengabdian yang selama ini ia jaga tanpa cela.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Langsung