Kamis, 03 JULI 2025 • 19:39 WIB

BRI Jazz Gunung Series 2025: Perpaduan Musik Jazz, Alam dan Budaya dalam 3 Gelombang Spektakuler

Author

Press conference BRI Jazz Gunung Series 2025. (Z Creators/Gunawan)

INDOZONE.ID - Jazz Gunung kembali hadir di tahun 2025 dengan penyelenggaraan ke-17 yang mengusung tajuk BRI Jazz Gunung Series 2025. Acara tahunan ini kembali menyuguhkan perpaduan magis antara musik jazz dan panorama pegunungan yang memukau, menjadikannya salah satu festival jazz paling unik di Indonesia. 

Dengan slogan “Indahnya Jazz, Merdunya Gunung”, festival ini menyajikan pertunjukan musik dalam balutan alam, angin pegunungan, dan interaksi hangat antara musisi dan penonton.

Amphitheater Jiwa Jawa Resort di kawasan Gunung Bromo, Sukapura, Probolinggo akan menjadi saksi dari kemeriahan BRI Jazz Gunung Series 1 dan 2 yang akan digelar masing-masing pada 19 dan 26 Juli 2025. 

Berada di ketinggian hampir 2.000 meter di atas permukaan laut, para penonton akan merasakan suasana konser yang berbeda: disuguhi musik jazz berkualitas dengan latar pegunungan hijau dan udara sejuk khas Bromo.

Baca juga: Perayaan 15 Tahun, Jazz Gunung Bromo 2023 Kembali Hadirkan Indahnya Jazz Merdunya Gunung

Jazz Gunung Bromo Series 1 menghadirkan kolaborasi musisi lintas generasi dan genre. Emptyyy, trio muda penuh talenta, akan membuka panggung dengan eksplorasi jazz segar. Disusul oleh Jamie Aditya, mantan VJ MTV dengan karakter suara unik, dan Kua Etnika yang konsisten menggabungkan unsur campursari dan jazz.

Grup RAN, yang telah berkiprah sejak 2007 dengan lagu-lagu populer, juga turut menyemarakkan acara. Sementara itu, legenda jazz Karimata akan tampil membawa pengalaman puluhan tahun mereka. Formasi legendaris seperti Candra Darusman dan Erwin Gutawa, kini hadir dengan sentuhan baru. Penampilan spesial juga datang dari Chagall, musisi asal Belanda dengan warna musik elektronik yang penuh energi.

Selain pertunjukan musik, Series 1 juga menampilkan Papermoon Puppet Theatre selama dua hari (19–20 Juli), termasuk pertunjukan Minggu pagi yang digelar di kawasan pedesaan sekitar venue. Acara ini semakin mengukuhkan Jazz Gunung sebagai festival yang menyatukan seni pertunjukan dan keindahan alam.

Gelombang kedua Jazz Gunung akan menghadirkan nama-nama baru yang tak kalah menarik. Lorjhu’, musisi sekaligus animator asal Madura, tampil dengan musik berbahasa daerah yang bertema folk. Lalu ada Natasya Elvira, penyanyi jazz muda penuh potensi yang akan didampingi musisi hasil program Bromo Jazz Camp.

Bintang Indrianto, bassist senior, tampil dengan format trio yang menyajikan perspektif jazz yang lebih bebas. Penampilan lainnya datang dari Tohpati Ethnomission yang menyatukan instrumen tradisional dan modern, serta Sal Priadi, penyanyi dengan gaya lirik dan musik khas yang sedang naik daun. 

Baca juga: Pengalaman Festival Musik Imersif di Java Jazz Festival 2025, Padukan Teknologi dan Seni di MLDSPOT Stage

Dari Perancis, grup Rouge hadir membawakan musik folk riang penuh semangat. Sementara itu, Monita Tahalea siap tampil di special show 25 Juli membawakan album terbarunya, Merona.

Puncak rangkaian BRI Jazz Gunung Series 3 akan berlangsung pada 9 Agustus 2025 di Amphitheater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi. Penonton akan disuguhi penampilan unik dan atraktif dari para musisi yang akan diumumkan mendekati hari-H. Venue yang ikonik ini akan menjadi panggung ideal untuk mengakhiri Jazz Gunung Series 2025 dengan kesan mendalam.

Sebagai sponsor utama, BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan musik jazz di Indonesia melalui festival berskala nasional ini. Kehadiran aplikasi BRImo juga memudahkan transaksi pengunjung selama acara berlangsung. 

BRImo diharapkan tidak hanya mendekatkan layanan keuangan pada generasi muda, tetapi juga membangun koneksi kuat dengan komunitas musik jazz di tanah air.

CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini tetap memegang teguh semangat awal Jazz Gunung, yaitu menyajikan jazz dan musik lintas genre dalam nuansa alam terbuka. CFO Jazz Gunung Indonesia, Johan Pramono, turut menambahkan bahwa misi festival ini adalah meneruskan gagasan awal dari para pendiri: Sigit Pramono, Butet Kertaredjasa, dan almarhum Djaduk Ferianto.

Sementara itu, Advisor Jazz Gunung Indonesia, Andi F. Noya, menekankan bahwa festival ini berhasil membuka sekat eksklusivitas jazz dan menjadikannya inklusif untuk semua kalangan.

Dengan harga tiket mulai dari Rp300.000 hingga Rp6.000.000 yang dapat dibeli melalui Seketiket, Jazz Gunung 2025 menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan. Bagi Jamaah Al-Jazziyah sebutan akrab untuk penonton setia Jazz Gunung tahun ini akan menjadi perayaan keindahan musik, budaya, dan alam yang menyegarkan jiwa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU