Rabu, 23 JULI 2025 • 09:20 WIB

Keren! Anak-anak Tunanetra Ganda Tampilkan Pergelaran Musik Cahaya Hati

Author

Pergelaran musik Cahaya Hati. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Dengan tema “Menyatukan Kepedulian, Menyalakan Harapan”, Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala menggelar acara khusus untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan bagi anak-anak dengan tunanetra ganda, di The Ballroom Djakarta Theatre, Selasa (22/7/2025) malam.

Melalui sentuhan, suara, dan cinta, anak-anak tunanetra ganda menunjukkan bahwa keindahan dapat ditemukan dalam kegelapan.

Pergelaran ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah panggilan nurani. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dengan tunanetra ganda dapat belajar dan berkembang secara optimal, serta mencapai potensi mereka.

Baca juga: Pagelaran Sabang Merauke Mengintimidasi, Taufan Purbo Atasi Tantangan saat Latihan

Dengan pendekatan berbasis kasih sayang dan inklusi, setiap anak diajar berkomunikasi, berkreasi, dan menemukan cara mereka sendiri untuk bersinar dan mandiri.

Endang Hoyaranda, Ketua Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala sekaligus Ketua Panitia Pergelaran Cahaya Hati, menyampaikan, "Malam ini, kita melihat bukti bahwa kepedulian bisa mengubah hidup. CAHAYA HATI adalah tentang keberanian anak-anak Rawinala, dan tentang tekad kita semua untuk memberi ruang bagi mereka tumbuh dan bermimpi."

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa hasil dari penggalangan dana malam ini akan dimanfaatkan untuk membangun Sekolah Musik untuk Anak Berkebutuhan Khusus, serta mengembangkan Sheltered Workshop sebagai wadah pemberdayaan bagi murid setelah mereka lulus.

"Setiap kontribusi malam ini adalah investasi bagi masa depan anak-anak luar biasa ini," ujar Endang Hoyaranda.

Cahaya Hati menjadi wadah bagi musisi dan tokoh masyarakat ternama untuk berbagi cerita dan emosi melalui pertunjukan yang menyentuh hati, dengan lebih dari 250 pemeran yang terlibat.

Baca juga: Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kreator kreatif pergelaran musikal Cahaya Hati, Poppy Hayono Isman menuturkan, “Cahaya Hati adalah kisah batin. Tentang emosi yang tak bisa diucapkan, namun bisa dirasakan. Melalui musik, kita merangkul anak-anak luar biasa ini dan mengajak semua orang ikut menjadi bagian dari kisah mereka."

Masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi dengan mengambil langkah-langkah kecil, seperti menjadi relawan atau menyebarkan pesan kebaikan, untuk membantu anak-anak dengan keterbatasan.

“Dengan empati dan solidaritas, malam ini kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan. Kita menyaksikan bagaimana dunia bisa menjadi tempat yang lebih ramah dan bermakna bagi anak-anak tunanetra ganda,” tutup Endang Hoyaranda. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU