INDOZONE.ID - Tim dance MIC Official asal Palembang yang mewakili Sumatra, berhasil keluar sebagai juara pertama Komix Herbal POTEK Dance Fest beberapa waktu lalu tengah mempersiapkan diri untuk menikmati hadiah mereka, yakni bakal terbang ke Korea Selatan buat belajar langsung dari dancer profesional DEUKIE, anggota Kwon Twins.
Kemenangan ini jadi klimaks dari perjalanan panjang mereka.
“Dimulai dengan dance di depan ponsel, dengan kemenangan ini kami akan berangkat ke Korsel untuk belajar. Trip ini melengkapi petualangan kami tidak hanya dari sisi jarak, tetapi juga perjalanan kami mengejar impian dan cita-cita," ungkap Yanny dari MIC Official melalui keterangan resminya.
"Kesempatan belajar langsung dari DEUKIE tidak pernah terbayangkan sebelumnya dan ini akan jadi langkah awal mengejar cita-cita lebih serius,” tambahnya.
Yanny juga bilang bahwa kemenangan ini punya dampak yang lebih besar dari sekadar prestasi pribadi.
“Kami senang ternyata hobi kami ini berdampak yang lebih luas daripada sekadar entertainment yang dinikmati anak muda," ungkapnya.
Baca juga: Tim MIC Official Asal Palembang Menang! POTEK Dance Fest Ditutup dengan Pesta Kreativitas
"Berkat Komix Herbal masyarakat tahu K-Pop dance cover tak sekadar bermanfaat untuk mental health, karena kami selalu gembira saat melakukannya, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang penting. Kami harap penampilan kami menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat, aktif bergerak dan menjaga kesehatan paru-paru,” tambahnya.
Cerita Seru dari Finalis dan Juri
Tak hanya Mic Official, beberapa tim lain yang tampil di Grand Final juga menerima banyak pengalaman dari kompetisi ini. Apalagi dengan iming-iming hadiah bisa ke Korea Selatan.
Buat sebagian besar finalis, acara ini bukan sekadar kompetisi—tapi pengalaman tak terlupakan. Safina dari WAACKANIZM, finalis asal Jawa Tengah, cerita soal perjuangan mereka tampil dengan genre waacking dan teknik akrobatik.
“Meskipun ada member yang jatuh dan dagunya sobek saat latihan, tapi ketika Grand Final sudah siap tampil lagi dengan jahitan di dagu. Kami berterima kasih sekali pada Komix Herbal karena kompetisi ini membantu komunitas kecil waacking kami di Yogyakarta semakin dikenal,” ujarnya.
Baca juga: Video Dance Style Hearts2Hearts Bikin Fans Bangga: Lincah Banget!
The Elements dari Jawa Timur pun punya kisah seru.
“Sebagai finalis termuda, kami bangga bisa mewakili Jawa Timur untuk kompetisi dengan skala sebesar ini. Hampir terlambat pada saat pendaftaran karena disibukkan ujian, kami latihan tiap malam dan bagi tugas untuk koreografi, kostum, dan props. Semua dijalankan dengan semangat karena dance yang tadinya cuma hobi, bisa memberi kami kesempatan jalan-jalan sambil belajar ke Korea Selatan,” kata Alexandra dari The Elements yang mewakili Jawa Timur.
Marchello dari New Kidz, perwakilan Jabodetabek, juga bangga bisa menampilkan koreografi orisinal mereka.
“Kami menunjukkan koreografi yang terinspirasi dari K-Pop dan gaya kami sendiri. Untuk tampil di Grand Final, kami latihan setiap hari dan menjaga kesehatan dengan Komix Herbal, serta seluruh kostum pun kami upayakan dengan D-I-Y,” ungkap Marchello yang hadir di final bersama fans-nya.
Loud!Gang dari Jawa Barat juga punya cerita perjuangan.
“Untuk penampilan di Grand Final, kami mengorbankan dua hari waktu tidur demi latihan karena sulit menemukan jadwal yang cocok. Tantangan terbesar justru menjaga kondisi tubuh tetap fit sampai final,” kata Sanggit.
INDAHKUS, musisi sekaligus dancer yang juga jadi juri di Grand Final, ikut mengapresiasi semangat para peserta.
“Mencapai mimpi besar itu memang harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Dance cover, belajar koreografi—itu semua bukan hal sepele, justru itulah pondasi buat impian lebih besar. Saya mengapresiasi Komix Herbal yang memberi wadah bagi anak-anak muda menyalurkan bakat dan kreativitas, menunjukkan langkah-langkah kecil yang mereka lakukan memiliki makna dan manfaat. Semoga semua finalis dan peserta tidak hanya menjadikan dance sebagai hobi, tapi terus kembangkan skill-nya untuk jadi dancer profesional, apalagi sudah bisa belajar dari DEUKIE,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release