INDOZONE.ID - Beberapa waktu terakhir Sanggar Gumelaring Sasangka Aji (GSA) tengah sibuk mempersiapkan pagelaran wayang spesial.
Kali ini bukan sekadar pementasan biasa lantaran mereka dipercaya untuk tampil dalam kegiatan budaya yang diselenggarakan UNESCO, 21 November mendatang.
Pagelaran itu nantinya akan ditampilkan di Selasar Rektorat Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Seluruh pengisi acara berasal dari sanggar pegiat Sanggar Gumelaring Sasangka Aji.
Baca juga: Fenomena Kreativitas Digital yang Kini Bisa Cetak Rekor MURI di Indonesia
Para dalang cilik akan menjadi pusat perhatian, sementara para wiyaga yang mendampingi merupakan anggota senior sanggar.
Pada pagelaran kali ini merupakan perpaduan generasi Alpha dan generasi Z, dengan rentang usia 7 hingga 19 tahun.
Hal ini membuat setiap sesi latihan terasa hidup, antara semangat belajar anak-anak dan ketelatenan para pelatih
Anggota GSA berkumpul di Taman Krida Budaya tiap hari Sabtu dan Minggu. Dalang-dalang cilik berlatih di balik kelir, memantapkan suara dan catur.
Baca juga: HyunA Jatuh Pingsan di Atas Panggung Waterbomb Macau, Diduga Akibat Diet Ketat
Sementara para wiyaga menyesuaikan irama gamelan agar selaras dengan jalan cerita.
Latihan berlangsung berulang-ulang, kadang diulang dari awal bila ada bagian yang belum pas, semua demi menyajikan pertunjukan terbaik.
Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November.
Bagi Sanggar GSA, tampil di panggung UNESCO menjadi cara untuk merayakan warisan budaya leluhur sekaligus menyalakan kembali semangat generasi muda dalam melestarikan seni pedalangan dan karawitan.
Melalui pagelaran ini, GSA ingin menunjukkan bahwa tradisi bukan sekedar warisan masa lalu, tapi juga napas yang terus hidup bersama langkah anak-anak masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan