Senin, 15 DESEMBER 2025 • 14:23 WIB

Bukan Sekadar Pameran, Pipilaka Hadirkan Seni Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Author

Pameran Pipilaka digelar di Sarinah. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Pipilaka, sebuah pameran seni imersif yang memadukan instalasi patung, teknologi, narasi, dan nilai-nilai filosofi kehidupan, resmi dibuka untuk publik di Sarinah, Jakarta.

Pameran ini digelar mulai 15 Desember 2025 hingga 8 Maret 2026. 

Instalasi seni yang mempengaruhi budaya, teknologi, dan nilai-nilai kehidupan ini mengajak masyarakat untuk perlukan kembali hubungan antara manusia, alam, dan kemanusiaan.

Pipilaka lahir dari filosofi Pipilaka, yang berarti semut. Makhluk kecil yang merepresentasikan kerja sama, kepedulian, dan ketekunan. Filosofi ini menjadi dasar dari seluruh pertunjukan Pipilaka: bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hal kecil yang dilakukan bersama.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Musikal Jemari Peringati Hari Disabilitas Internasional

"Lewat instalasi seni, visual imersif, serta karakter sebuah Pipilaka yang akan menyampaikan pesan-pesan mengenai nilai kemanusiaan dan kebersamaan dengan cara yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan Rusia," ujar Wahyadi Liem, Founder Pipilaka di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Pentingnya Menjaga Alam Sejak Dini

Pameran Pipilaka. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Menurut Wahyadi, Pipilaka adalah pilihan tepat untuk mengajak keluarga dan kerabat menikmati waktu liburan akhir tahun dengan hiburan yang bermanfaat. 

Selain sebagai tempat hiburan, Pipilaka juga memiliki misi edukatif dan sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam sejak dini.

"Selain sebagai ruang sembilan hiburan, Pipilaka juga membawa misi edukatif dan sosial yang bertujuan untuk menunjukkan keseharan sejak budi mengenai pentingnya menjaga alam," ujarnya.

Pipilaka menyuguhkan instalasi seni patung yang dipadukan dengan visual, musik, serta teknologi imersif, sehingga karakter Pipilaka seolah hidup dan dapat berkomunikasi. 

Melalui pendekatan yang interaktif dan menghibur, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang kepedulian lingkungan, nilai-nilai kemanusiaan, serta kebersamaan dengan cara yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak, keluarga, maupun masyarakat luas.

Keterlibatan Para Artis di Pengisi Suara Karakter Pipilaka

Acara pembukaan dihadiri oleh para menteri, pejabat negara, tokoh publik, selebriti, serta pelaku industri kreatif. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Pengalaman ini semakin hidup dengan keterlibatan para artis pengisi suara untuk karakter-karakter Pipilaka antara lain: Rossa, Fadil Jaidi, Cinta Laura, Soimah, Dwi Sasono, Nirina Zubir, Agus Ringgo, dan Heruwa, yang memberikan karakter, emosi, dan kedalaman pada cerita Pipilaka.

"Ini sebetulnya kita awalnya kecil-kecilan ya. Maksudnya kayak sebuah ide yang dilontarkan, 'Gimana kalau kita bikin sesuatu yang digital yang memang anak-anak zaman sekarang suka'," jelas Rossa, sebagai perwakilan dari para pengisi suara karakter Pipilaka.

Selain itu, Rossa juga menekankan pentingnya mempelajari cinta lingkungan sejak dini agar anak-anak bisa menjadi generasi penerus yang peduli dan menjaga keindahan alam Indonesia. 

"Aku rasa ini menjadi fundamental buat kita dari anak-anak kecil itulah nantinya akan menggantikan kita di kemudian hari. Dan membuat Indonesia menjadi lebih indah lagi dan lebih terjaga lagi. Bukan untuk hari ini tapi untuk ratusan tahun ke depan insya Allah ya," tegas Rossa.

Baca juga: Kriya Radha Art Gallery, Bersemangat Menjaga Budaya dengan Memberi Ruang Seni Tradisi

"Dan mari kita mengajak adik-adik, ponakan, anak-anak kita, untuk lebih mengenal alam. Dan membiasakan diri menjaga lingkungan. Yang dicontohkan sama semut-semut lucu ini," tambahnya. 

Berbeda dari pameran konvensional, Pipilaka mengajak pengunjung untuk terlibat langsung, merasakan, dan berinteraksi, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.

Selain sebagai ruang seni dan hiburan, Pipilaka juga membawa misi edukatif dan sosial. Pameran ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga alam, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara berkelanjutan.

Menariknya, hasil dari penjualan tiket kegiatan Pipilaka juga dialokasikan untuk mendukung program edukasi dan kegiatan sosial, dengan fokus pada anak-anak dan komunitas seni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU