Review Kpop Demon Hunters, film animasi terbaru Netflix soal dunia Kpop dan iblis (leisurebyte)
INDOZONE.ID - Setelah bikin heboh dengan film animasi Lost in Starlight, Netflix kembali menghadirkan Kpop Demon Hunters yang nggak kalah keren!
Film animasi terbaru ini disutradarai oleh Maggie Kang dan Chris Appelhans dengan pengisi suara Ji Young Yoo, Ahn Hyo Seop, Yunjin Kim, Ken Jeong, sampai Lee Byung Hun.
Kpop Demon Hunters menyajikan cerita soal dunia musik ala Korea dengan visual penuh warna yang benar-benar beda dari Netflix.
Yuk, kita simak review-nya dan temukan alasan kenapa kamu harus nonton film animasi terbaru ini!
Kpop Demon Hunters, film animasi terbaru Netflix (leisurebyte)
Ceritanya film animasi Netflix ini tentang tiga idol K-pop paling terkenal di dunia, yaitu Rumi, Mira, dan Zoey.
Selain sibuk manggung di depan ribuan fans, mereka juga diam-diam jadi pemburu iblis yang ingin menghancurkan umat manusia.
Masalahnya, ada sebuah boyband iblis bernama Saja Boys yang jadi musuh mereka. Grup ini menciptakan kombinasi liar antara musik, sihir, dan drama remaja.
Baca juga: Penjelasan Ending Lost in Starlight, Film Animasi Korea Terbaru Netflix 2025
Kpop Demon Hunters, film animasi terbaru Netflix (leisurebyte)
Sejak awal, film ini punya premis yang langsung bikin penasaran. Netflix menggabungkan dua dunia yang beda banget, yaitu gemerlap K-pop dan kegelapan dunia iblis.
Buat yang suka musik dan fantasi animasi, dua hal ini jadi kombinasi yang unik dan menyenangkan. Bahkan, nggak perlu jadi fans berat K-pop buat ngerti ceritanya. Namun, kalau kamu tahu sedikit soal dunia idol, pasti bakal lebih relate.
Film ini bukan sekadar animasi biasa. Mengusung cerita tentang idol K-pop sebagai pelindung rahasia dunia adalah ide yang keren.
Kita pasti tahu kalau dunia idol dipenuhi tekanan yang nggak mudah. Nah, film ini justru memutarbalikkan tekanan itu jadi sesuatu yang seru dan kocak, ditambah aksi melawan iblis juga!
Baca juga: Review Lost in Starlight, Film Animasi Korea dengan Kim Tae Ri dan Hong Kyung sebagai Pengisi Suara
Secara visual, KPop Demon Hunters juga memanjakan mata banget. Gayanya sedikit mengingatkan pada Spider-Man: Into the Spider-Verse, tapi tetap dengan cita rasa Korea.
Warnanya cerah, gerakan karakternya halus dan penuh energi. Gaya animasinya kekinian dan dinamis banget. Bahkan, ekspresi wajah karakternya kadang dramatis ala anime, tapi justru cocok dengan nuansa ceritanya yang fun dan penuh aksi.
Karena temanya K-pop, musik tentu jadi bagian penting dari film ini. Salah satu lagu di film animasi ini Takedown, yang dinyanyikan Jeongyeon, Jihyo, dan Chaeyoung dari TWICE. Musiknya energik dan pas banget dengan adegan aksi.
Setiap lagu dalam film ini terasa seperti mini konser. Penonton pasti balik nonton bagian-bagian tertentu cuma buat nge-dance bareng lagu-lagunya. Musiknya nggak maksa, justru memperkuat emosi karakter dan menghidupkan jalan ceritanya.
Meski Rumi adalah karakter utama, film ini tetap memberi ruang bagi tiap karakter untuk bersinar. Bahkan, mereka nggak cuma melawan iblis bareng, tapi juga saling peduli secara emosional. Film ini juga menyentuh soal kerja sama, menerima diri sendiri, dan menghadapi tekanan. Ketiga tema ini pasti relate banget buat para Gen Z.
Meski begitu, ada beberapa bagian yang sepertinya bisa dibuat lebih baik. Konsep boyband villain-nya memang lucu, tapi kadang agak konyol juga. Beberapa adegan emosional juga terasa terlalu cepat, padahal bisa lebih dalam.
Terakhir, KPop Demon Hunters dari Netflix adalah film yang menyenangkan dan menghibur banget. Film animasi ini cocok ditonton bareng teman yang suka pop culture, K-pop, fantasi, atau cerita penuh aksi.
Animasinya keren, musiknya memorable, dan pesan tentang jadi diri sendiri selalu relevan. Meski ada kekurangan kecil, film ini tetap terasa kreatif, berani, dan penuh semangat.
Itulah review KPop Demon Hunters, film animasi terbaru Netflix. Buat yang udah nonton, gimana pendapatmu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond