Penjelasan ending Wall to Wall, film thriller Korea terbaru Juli 2025 (My Drama List)
INDOZONE.ID - Buat kamu yang udah nonton Wall to Wall, pasti masih kepikiran sama ending-nya yang mind-blowing banget.
Film thriller Korea terbaru Netflix yang dibintangi Kang Ha Neul ini menyajikan ceritanya intens dari awal sampai akhir.
Penonton dibuat ikut deg-degan menyaksikan kisah si tokoh utamanya, tapi pas ending-nya muncul malah makin banyak pertanyaan.
Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas gimana sebenarnya akhir cerita Wall to Wall dan apa makna tersembunyi di baliknya. Yuk, langsung aja simak penjelasannya di sini!
Film thriller Korea ini menceritakan Woo Seong (Kang Ha Neul), pekerja kantoran biasa yang akhirnya bisa beli apartemen kecil di Seoul.
Mulai dari uang tabungan, hasil saham, pinjaman, sampai hasil panen bawang putih ibunya, semua dikorbankan demi satu unit apartemen.
Namun, nggak lama setelah pindah, ia dibuat nggak nyaman sama suara-suara berisik konstruksi. Anehnya, pas Woo Seung mengajukan keluhan, tetangganya malah menuduhnya yang bikin ribut.
Lama-lama, hidup karyawan ini makin hancur. Nilai apartemennya turun drastis, utang menumpuk, dan suara itu terus muncul.
Sampai akhirnya, ada ponsel misterius ditemukan di ruang penyimpanannya. Ponsel itu ternyata nyetel rekaman suara konstruksi keras-keras.
Awalnya, semua itu kelihatan kayak petunjuk penting, tapi malah jadi awal dari rahasia yang lebih gelap. Woo Seong pun mulai curiga sama semua orang di sekitarnya. Rasanya seperti ia lagi dijebak. Namun, siapa yang melakukan semua ini?
Baca juga: 7 Film Thriller Korea Mirip Train to Busan yang Wajib Ditonton
Penjelasan ending Wall to Wall, alasam di balik suara berisik di apartemen (My Drama List)
Ternyata, semua suara berisik itu bukan karena hantu atau kesalahan bangunan, tapi emang sengaja dibuat. Pelakunya adalah Jin Ho (Seo Hyun Woo), tetangga yang awalnya kelihatan baik dan pengertian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond