Penjelasan ending Mantis, film thriller Korea terbaru Netflix 2025 (Soompi)
INDOZONE.ID - Film thriller Korea berjudul Mantis lagi rame banget dibicarakan. Dibintangi Im Si Wan dan Park Gyu Young, film ini sukses memadukan aksi intens dengan cerita penuh twist.
Buat kamu yang udah nonton sampai akhir, tapi masih bingung sama maksud adegan terakhirnya, kita bakal ngebedah penjelasan ending Mantis.
Siap-siap deh diajak mengulik rahasia di balik keputusan karakter utama yang bikin plotnya makin greget!
Im Si Wan dan Park Gyu Young di film Mantis (Soompi)
Film terbaru Netflix ini dibuka dengan dua pembunuh yang nekat melanggar aturan. Han Wool alias si pembunuh bayaran Mantis langsung turun tangan dan membereskan mereka.
Setelah itu, ia minta keluar dari kontrak tujuh tahunnya di perusahaan MK (Min Kyu), tapi cuma dikasih jeda buat mikir.
Situasi makin kacau setelah Min Kyu tewas dibunuh Boksoon. Jae Yi pun punya ide membuka perusahaan sendiri. Di sisi lain, Han Wool merasa Jae Yi nggak bisa jalan tanpanya.
Akhirnya, Han Wool ketemu Dok Go dan mengajak Jae Yi balik ke MK. Akan tetapi, Dok Go nolak karena ngerasa Jae Yi belum cukup skill.
Han Wool pun mencoba membangun bisnis bareng Jae Yi pakai modal Benjamin. Sayangnya masalah pribadi mereka bikin investor mundur, jadi perusahaan tetap jalan meski ala kadarnya.
Baca juga: 4 Fakta Seru ‘Mantis’: Film Thriller Action Netflix September 2025 yang Wajib Ditonton!
Awalnya, Han Wool dan Jae Yi adalah dua pembunuh bayaran yang sering latihan bareng. Namun, Dok Go dan Min Kyu hanya mau mengambil Han Wool karena dianggap lebih berbakat.
Merasa marah gara-gara ditolak, Jae Yi menantang Han Wool duel pakai senjata asli untuk membuktikan kemampuannya. Dok Go makin yakin menolak Jae Yi setelah melihat sifat ambisiusnya.
Merasa dipermalukan, Jae Yi menyerang Dok Go tapi kalah. Dok Go memperingatkan Han Wool kalau obsesi Jae Yi buat menang bisa bikin ia melakukan apa aja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Leisure Byte