Penjelasan ending The Great Flood, film bencana Korea terbaru 2025 (My Drama List)
INDOZONE.ID - The Great Flood sukses bikin penonton mikir keras sampai kredit akhir muncul. Di balik adegan banjir besar yang bikin deg-degan, film bencana terbaru Netflix ini ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih dalam.
Nggak sedikit penonton langsugn bertanya-tanya setelah nonton, sebenarnya apa yang terjadi di ending-nya? Apakah semua itu nyata, atau cuma bagian dari eksperimen?
Nah, kita bakal membahas penjelasan ending The Great Flood dengan bahasa yang santai dan gampang dipahami. Langsung scroll ke bawah ya!
The Great Flood, film bencana Korea terbaru 2025 (My Drama List)
Film bencana Netflix ini dibuka dengan kisah An Na, seorang perempuan yang terbangun suatu hari dan melihat dunia di sekelilingnya sudah nggak seperti yang dikenal.
Awalnya, An Na cuma melihat jalanan tergenang air dan mengira itu akibat hujan deras biasa. Akan tetapi, semuanya berubah saat air mulai masuk ke apartemennya yang terletak di lantai tiga.
Sadar air bakal terus naik, ia langsung menggenggam putranya dan berusaha mencari cara untuk bertahan hidup. Ternyata, perjuangan mereka hanyalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Perlahan, terungkap bahwa bukan cuma nyawa mereka yang dipertaruhkan. Nasib seluruh umat manusia justru bergantung pada An Na. Di tengah film, sebuah twist besar benar-benar mengubah cara kita melihat cerita ini.
Baca juga: 5 Fakta Seru 'The Great Flood', Film Korea Terbaru Tema Bencana Besar di Netflix
The Great Flood, film Korea terbaru Netflix tayang Desember 2025 (My Drama List)
Twist paling mengejutkan di The Great Flood muncul saat terungkap bahwa An Na sebenarnya terjebak dalam sebuah simulasi berbentuk time loop. Dunia ini akan terus berulang sampai ia menyelesaikan satu tugas penting.
An Na diketahui bekerja di Isabela Lab, sebuah perusahaan yang menyiapkan manusia sintetis sebagai antisipasi jika kiamat terjadi.
Para peneliti sadar kehancuran bumi nggak bisa dicegah. Jadi, mereka fokus pada satu hal, bagaimana caranya mereka tetap bertahan meski semua manusia telah musnah.
Masalahnya, meski tubuh dan kesadaran manusia sintetis bisa diciptakan, emosi manusia bukan sesuatu yang bisa dibuat begitu aja. Di sinilah, peran An Na jadi penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Movie Delic