Penjelasan ending The Art of Sarah, drakor thriller terbaru Netflix 2026 (My Drama List)
INDOZONE.ID - Siap-siap dibuat mikir sekaligus merinding. The Art of Sarah sukses bikin penonton debat panjang soal ending-nya. Dari awal sudah penuh misteri, dua episode terakhir malah terasa makin gelap.
Drakor thriller terbaru Netflix ini dibintangi oleh Shin Hye Sun dan Lee Joon Hyuk. Meski nggak ada kisah cintanya, chemistry mereka jelas terasa.
Ceritanya bukan cuma soal pembunuhan biasa, tapi juga identitas palsu, ambisi tanpa batas, sampai mimpi masa depan.
Di artikel ini, kita bakal bahas tuntas penjelasan ending The Art of Sarah yang bikin banyak penonton melongo. Penasaran gimana serunya? Cek langsung ke bawah ya!
The Art of Sarah, drakor thriller terbaru Netflix 2026 (My Drama List)
The Art of Sarah diumumkan sebagai lineup drama terbaru Netflix 2026. Kisahnya dimulai dari kematian misterius Sarah Kim, pendiri brand mewah Boudoir.
Di mata publik, ia adalah wanita sukses, elegan, dan hidupnya kelihatan sempurna. Namun, makin diselidiki, makin kelihatan kalau semua itu cuma bohongan.
Detektif Park Mu Gyeong pelan-pelan membongkar fakta kalau sosok Sarah Kim yang dikenal orang ternyata penuh manipulasi. Identitasnya bukan cuma satu, tapi hasil dari serangkaian penyamaran di masa lalu.
Baca juga: Detail Lengkap The Art of Sarah, Drakor Thriller Netflix Paling Ditunggu Februari 2026
Penjelasan ending The Art of Sarah (My Drama List)
Pesta launching Boudoir jadi momen paling krusial di drama ini. Dari luar sih kelihatan glamor banget, penuh orang penting, selebritas, dan para elit. Namun, di balik gemerlapnya acara, situasinya panas.
Sarah lagi ditekan habis-habisan. Mantan atasannya tahu kalau ia memalsukan masa lalunya dan memanfaatkan mereka demi ambisi pribadi.
Salah satu dari mereka juga mengancam bakal membongkar rahasia Sarah kalau nggak dikasih saham di Boudoir. Bahkan, Kim Mi Jeong, mantan desainer Boudoir datang meniru gaya Sarah sama persis.
Ia merasa lebih pantas menikmati kesuksesan Boudoir karena ikut membangun brand itu. Obsesinya ke Sarah jelas kelewatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond