Group idola K-Pop BTS. (Instagram/@bts.bighitofficial)
INDOZONE.ID - Setelah hiatus empat tahun, grup idola K-Pop BTS kembali pada hari Sabtu dengan konser comeback besar dan gratis di Seoul.
Ribuan polisi menutup jalan utama untuk acara eksklusif Netflix ini yang menyita puluhan ribu penggemar.
"Annyeonghaseyo! Kami kembali," kata RM, pemimpin band, kepada kerumunan saat mereka membuka konser dengan lagu "Body to Body."
Sapaan itu langsung menarik perhatian penonton dengan bersorak kegirangan sambil mengacungkan light stick ungu-merah dan ponsel mereka.
Baca juga: Album 'Arirang' dari BTS Langsung Ludes 3,98 Juta Kopi di Hari Pertama
Ketujuh anggota band, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jung Kook, baru saja menuntaskan wajib militer di Korea Selatan. Mereka berharap bisa kembali menjadi salah satu artis pop terbesar di dunia.
Konser di Gwanghwamun Square ini menandai awal tur global mereka yang akan meraih puluhan pertunjukan di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Analis mengatakan tur ini bisa menghasilkan ratusan juta dolar per kuartal.
Konser peluncuran album kelima "Arirang" ini sukses digelar di Gwanghwamun dengan menarik puluhan ribu penonton.
Di tengah pencapaian penjualan album yang mencapai hampir 4 juta kopi dalam sehari, penampilan RM menjadi sorotan karena ia tetap naik ke panggung dengan koreografi khusus meski sedang cedera.
Pihak HYBE menyatakan bahwa konser ini merupakan bentuk apresiasi bagi fans, di mana 22.000 orang mendapatkan akses kursi gratis di zona khusus.
Selain kerumunan massa yang menonton lewat layar di lokasi, konser yang dimulai pukul 20.00 ini juga disiarkan secara langsung melalui Netflix untuk menjangkau audiens internasional.
BTS debut pada 2013 dan memiliki banyak pendukung global yang menyebut diri mereka "Army".
Grup tersebut menjadi artis K-pop pertama yang menjajaki puncak tangga lagu Billboard Hot 100 pada 2020 dengan lagu berbahasa Inggris pertama mereka, "Dynamite".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yonhap