Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 11 OKTOBER 2021 • 08:47 WIB

7 Film yang Masuk Nominasi Kategori Film Cerita Terbaik Ajang FFI 2021, Ini Daftarnya

7 Film yang Masuk Nominasi Kategori Film Cerita Terbaik Ajang FFI 2021, Ini DaftarnyaFilm Cerita Terbaik Ajang FFI 2021. (Instagram/@festivalfilmid).

Festival Film Indonesia (FFI) 2021 mengumumkan daftar nominasi yang akan memperebutkan Piala Citra. Nominasi dibacakan oleh empat duta FFI 2021, yakni Tissa Biani, Jefri Nichol, Angga Yunanda dan Prilly Latuconsina dari Dome Park Senayan, Jakarta, Minggu (10/10/2021)..

Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia akan diadakan pada 10 November 2021 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan dan disiarkan langsung secara daring melalui akun YouTube Festival Film Indonesia, Kemendikbudristek RI, dan Budaya Saya.

Berikut daftar 7 film yang nominasi kategori 'Film Cerita Panjang Terbaik' di ajang Penghargaan Piala Citra FFI 2021:

1. "Ali & Ratu Ratu Queens"
Produksi: Palari Films
Produser: Muhammad Zaidy, Meiske Taurisia.

Ali & Ratu Ratu Queens. (Wikipedia).

Ali & Ratu Ratu Queens adalah film drama komedi Indonesia yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi, ditulis oleh Gina S. Noer, dan diproduksi oleh Palari Films. Film Ali & Ratu Ratu Queens mengambil latar tempat di kota Queens, New York dan Jakarta. Film tersebut menampilkan Iqbaal Ramadhan, Nirina Zubir, Asri Welas, Tika Panggabean, dan Happy Salma.

Bercerita tentang Ali, remaja 17 tahun yang hendak mengejar ibu kandungnya yang meninggalkannya sejak kecil ke New York, Amerika Serikat. Sesampainya di Queens, New York, ia malah bertemu dengan ibu-ibu rempong yang kocak yaitu Party, seorang cleaning lady yang keibuan dan perhatian.

2. "Bidadari Mencari Sayap"
Produksi: Citra Sinema, MD Pictures
Produser: Deddy Mizwar

Bidadari Mencari Sayap. (Wikipedia).

Bidadari Mencari Sayap adalah film drama Indonesia tahun 2020 yang disutradarai oleh Aria Kusumadewa dan dibintangi oleh Rizki Hanggono, Leony Vitria Hartanti, dan Deddy Mizwar. Setelah lama jarang muncul di layar kaca, Leony pun akan segera kembali menyapa penggemarnya dalam film terbarunya ini.

Angela Tan adalah seorang wanita berdarah Tionghoa yang menikah dengan Reza, seorang Muslim keuturunan Arab. Mereka pertama kali bertemu di fakultas kampus: dengan tidak sengaja saling tabrak. Budaya khas Tionghoa seperti pesta barongsai, makanan haram, dan sikap orangtua menggangui Reza. Angela tidak suka budaya Islam yang terasa konservatif. Ini kadang membuat mereka berargumen, tetapi mereka masih saling menyayangi.

3. "Cinta Bete"
Produksi: Innomaleo Films
Produser: Muspita Leni Lolang

Cinta Bete. (Istimewa).

Film yang berkisah tentang seorang anak perempuan di perbatasan ATAMBUA - NTT, dan harus banyak menghadapi konflik tentang percintaan dan budaya di sana. Diperankan oleh Hana Malasan, Yoga Pratama, Marthino Lio, dan Djenar Maesa Ayu.

Ketika Bete Kaebauk, yang tinggal di Atambua, NTT yang mulai beranjak dewasa dan akan dinikahkan ayahnya. Emilio adalah pria pertama yang membuat Bete jatuh cinta. Tapi Emilio ingin menjadi pendeta. Sehingga Bete beralih ke Alfredo, meski dia tidak mampu membayar mas kawin untuk pernikahannya, Bete memutuskan untuk kawin lari dengan Alfredo. Kehidupan Bete tidak seindah yang ia bayangkan. Dia mendapat perlakuan kejam dari Alfredo. Sementara Emilio yang menjadi pendeta menyelamatkan Bete.

Baca Juga: Chicho Jericho Jadi Pemimpin Sekte Misterius dalam Trailer Menegangkan 'A Wolrd Without'

4. "Paranoia"
Produksi: Miles Films
Produser: Mira Lesmana.

Paranoia. (IMDB).

Paranoia adalah film drama thriller Indonesia tahun 2021 produksi Miles Films yang disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Film ini dibintangi oleh Nirina Zubir, Nicholas Saputra, Caitlin North Lewis, dan Lukman Sardi.

Bercerita tentang Dina, yang melarikan diri dari suaminya, Gion. Ia diburu karena selain lari bersama anak mereka, Laura, ia juga membawa sebuah barang berharga. Dalam persembunyian, seorang pria tak dikenal yang bernama Raka, muncul dan mengusik hubungan Dina & Laura. Situasi menjadi bertambah sulit dan ancaman semakin mendekat.

5. "Penyalin Cahaya"
Produksi: Rekata Studios, Kaninga Pictures
Produser: Adi Ekatama, Ajish Dibyo.

"Penyalin Cahaya". (Youtube).

Penyalin Cahaya adalah film drama misteri kriminal Indonesia tahun 2021 produksi kerja sama Rekata Studio dan Kaninga Pictures yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja.  Film ini dirilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan.

Seorang sarjana universitas tahun pertama, Sur, pergi ke pesta untuk pertama kalinya dalam hidupnya untuk merayakan pencapaian Mata Hari, grup teater universitas tempat Sur menjadi sukarelawan sebagai perancang web. Hidup benar-benar berubah untuk Sur setelah dia bangun keesokan paginya. Dia kehilangan beasiswa dan diusir oleh keluarganya setelah selfie-nya beredar secara online. 

Khawatir bahwa dia mungkin menjadi bahan lelucon oleh anggota senior Mata Hari, Sur mencari bantuan dari teman masa kecilnya, Amin, yang bekerja dan tinggal di toko fotokopi dekat kampus. Bersama-sama, di toko, mereka mencoba menemukan kebenaran tentang selfie dan tentang malam di pesta dengan meretas ponsel siswa

6. "Preman"
Produksi: Introversy
Produser: Randolph Zaini, Ryan Ricardo.

"Preman". (IMDB).

Preman adalah film aksi Indonesia tahun 2021 yang diproduksi oleh Introversey dan disutradarai dan ditulis oleh Randolph Zaini. Film ini berhasil menjadi official selection Seattle International Film Festival 2021. Film ini tayang di SIFF secara virtual mulai tanggal 08 April hingga 16 April 2021.

Seorang penjahat tuna rungu dengan masa lalu yang traumatis dan putranya harus berjuang keluar dari desa kecil mereka di Indonesia setelah menyaksikan pembunuhan yang mengerikan, mengadu domba gangster dengan kelompok massa yang mempekerjakannya.

7. "Yuni"
Produksi: Fourcolours Films, Starvision
Produser: Ifa Isfansyah, Chand Parwez Servia.

Yuni. (Youtube).

Yuni adalah film drama Indonesia tahun 2021 yang disutradarai dan ditulis oleh Kamila Andini. Film ini merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2017 dan diproduksi oleh Fourcolours Films dengan produser Ifa Isfansyah.[1]

Yuni (Arawinda Kirana) seorang gadis píntar dan mempunyai mimpi yang sangat besar. Impiannya ingin bisa kuliah setinggi-tingginya. Suatu hari, Yuni dilamar oleh seorang pría yang tidak dikenali. Ia menolak lamaran tersebut dan menjadi bahan pembicaraan orang-orang disekitarnya. Lamaran kedua pun datang, Yuni masih menolak dan lebih memertingkan untuk menggapai cita-citanya. 

Namun, sebuah mitos menghantuínya yang dimana jika seorang perempuan menolak dua kali lamaran, dia tidak akan pernah menikah selama-lamanya. Menghadapi semua tekanan yang terjadi dalam hidupnya, membuat Yuni harus berhadapan dergan Yoga (Kevin Ardilova), teman semasa kecilnya yang pemalu serta Pak Damar (Dimas Aditya), guru sastra favoritnya di sekolah.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

7 Film yang Masuk Nominasi Kategori Film Cerita Terbaik Ajang FFI 2021, Ini Daftarnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!