Sutradara "Black Panther", Ryan Coogler mengalami nasib sial karena ditangkap polisi setelah mencoba menarik uang dari rekeningnya sendiri dan dianggap sebagai perampok bank.
Kabarnya, sutradara yang cukup terkenal itu berada di Atlanta mengerjakan sekuel hit Marvel, yakni "Black Panther: Wakanda Forever".
Sebelum bergabung dengan Marvel, Coogler menyutradarai film "Fruitvale Station" 2013 dan berhasil memenangkan Grand Jury Prize dan Audience Award di Sundance Film Festival di tahun yang sama.
Bahkan pada tahun 2021 ini, Coogler memproduksi film "Judas and the Black Messiah" 2021, yang juga disutradarai oleh Shaka King. Film ini menceritakan pembunuhan pria kulit hitam oleh pihak berwenang.
Film ini diangkat dari kisah nyata kehidupan aktivis politik dan Ketua Partai Black Panther, Fred Hampton yang menjadi sasaran dan akhirnya dibunuh oleh FBI.
Disisi lain, dari laporan Variety, dikutip Kamis (10/3/2022), Coogler yang meminta penarikan senilai 12.000 dolar (Rp171 juta) lewat tulisan tangan justru mengalami nasib sial.
Karyawan Bank of America kemudian memberitahu atasannya dan bersama-sama mereka memanggil polisi untuk menangkap Coogler. Dua orang yang menunggu Coogler juga ditahan sementara sutradara "Black Panther" itu diborgol.
Seorang juru bicara Bank of America telah mengatasi kesalahan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah meminta maaf kepada Coogler, tetapi polisi Atlanta belum memberikan komentar.
“Situasi ini seharusnya tidak pernah terjadi. Namun, Bank of America bekerja dengan saya dan mengatasinya untuk kepuasan saya dan kami telah pindah (bank)," kata Coogler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: