No Way Home dan Shang-Chi gagal raih Oscars. (Screenrant)
Meski menjadi dua film terlaris sepanjang tahun 2021, "Spider-Man: No Way Home" dan "Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings" terpantau melanjutkan rekor Oscar terburuk untuk Marvel Cinematic Universe (MCU).
Sejak awal, MCU telah mengumpulkan beberapa nominasi di Oscars. Namun, seperti yang kita ketahui film superhero biasanya tidak memenangkan Oscar, sehingga pengakuan ini tidak akan menjamin kemenangan.
Dikutip Screenrant, satu-satunya film MCU terakhir yang mampu menembus nominasi Oscars ialah 'Black Panther'. Film epik yang dibintangi oleh Chadwick Boseman ini juga menjadi film MCU pertama yang memenangkan Oscars dengan membawa pulang Skor Asli Terbaik, Desain Produksi Terbaik, dan Desain Kostum Terbaik.
Baca Juga: Gara-Gara 'Black Panther', Serial 'WandaVision' Lakukan Perombakan Besar-besaran!
Sebenarnya, 'Spider-Man: No Way Home' dan 'Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings' masuk ke dalam nominasi Oscars untuk kategori Efek Visual Terbaik di Oscar 2022. Tapi sayangnya, mereka harus kalah dari film epik sci-fi 'Dune' yang menjadi film paling banyak mendapatkan penghargaan malam itu.
Dengan gagal mengamankan kemenangan, Spider-Man: No Way Home dan Shang-Chi memperpanjang rekor MCU dengan tidak memenangkan satu pun Academy Award untuk Efek Visual Terbaik.
Lantas, mengapa film MCU tidak pernah memenangkan Oscar untuk efek visual terbaik?
Menurut beberapa kritikus film, penghargaan Oscars untuk 'Efek Visual Terbaik' secara resmi dinilai berdasarkan kesenian, keterampilan, dan kesetiaan yang dengannya ilusi visual tercapai. Selain itu, tidak cukup bahwa sebuah film hanya memiliki sejumlah besar efek visual. Cara efek ini berkontribusi pada produksi secara keseluruhan juga dipertimbangkan.
Film superhero yang diproduksi oleh Marvel Studios adalah mahakarya yang memukau secara visual. Mulai dari teknologi penangkapan gerak hingga pertempuran babak ketiga yang penuh aksi.
Namun, trik yang dihasilkan komputer ini tidak unik untuk MCU, karena blockbuster modern lainnya juga menggunakan teknologi yang sama, hampir dengan tingkat eksekusi yang sama.
Selain itu, semakin banyaknya film Marvel yang dibuat, ekspektasi menjadi lebih tinggi. Akibatnya para penonton dan kritikus menjadi lebih kritis untuk menilai kurang lebihnya efek di dalam film dengan film lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: