The School for Good and Evil (IMDb)
Dunia ini ada baik dan jahat, ada hitam dan putih, ada atas dan bawah. Kurang lebih beginilah gambaran dari sekolah 'The Good and Evil'. Film berdurasi 2 jam 28 menit ini bercerita tentang sekolah sihir yang didirikan oleh dua saudara Rafal dan Rhian (Kit Young) untuk menyeimbangkan kebaikan dan kejahatan yang ada di dunia.
Namun, sifat tamak dari si evil Rafal untuk menguasai dunia akhirnya membunuh saudaranya Rhian.
Cerita ini diadaptasi dari novel fantasi dongeng karya Soman Chainani yang berjudul sama 'The School for Good and Evil' di tahun 2013. Sekilas, para penggemar Harry Potter akan diingatkan kembali masa-masa sekolah di Hogwarts. Bedanya, 'The School Good and Evil' versi yang sekarang lebih lebih lembut, bernuansa anak-anak, dan warna-warni.
Ditangan sutradara Paul Feig, 'The School for Good and Evil' berhasil mengangkat adaptasi cerita novel ke dalam visual sinematografi tentang kekuatan abadi persahabatan melalui tantangan yang enggak pernah terbayangkan sebelumnya.
Karya ini diangkat sama persis dengan novelnya tentang dua orang sahabat Sophie (Sophia Anne Caruso) dan Agatha (Sofia Wylie) dari sebuah pedesaan bernama Gavaldon. Sophie yang memiliki rambut blonde dan paras cantik suka mendesain pakaian dan punya mimpi besar untuk mengubah dunianya yang sederhana.
Sedangkan Agatha adalah gadis yang terlihat "berantakan", seseorang yang enggak peduli terhadap penampilan, pecinta kucing, dan dikenal sebagai anak penyihir. Ia dikucilkan dari masyarakat setempat, karena mereka membenci penyihir. Hanya Sophie teman satu- satunya dan mereka berdua pun seringkali menghabiskan waktu bersama sejak ibu Sophie meninggal.
Tapi semua ini perlahan berubah, ketika obsesi Sophie terhadap sebuah buku 'The School for Good and Evil' yang menjadi mitos nyata saat itu. Sekolah sihir ini merupakan sekolah rahasia, yang melatih para generasi penerus untuk menjadi pahlawan dan penjahat berikutnya. Terkadang, sekolah sihir ini juga merekrut orang-orang awam dari luar yang dinilai layak untuk bergabung bersama mereka.
Merasa putus asa dengan kehidupannya yang enggak kunjung berubah, Sophie kemudian mengajukan permohonannya supaya dijadikan murid di sekolah sana. Enggak butuh waktu lama, malam itu permintaannya terkabul. Sebuah mkahluk mitologi berwujud burung raksasa yang dikenal dengan sebutan stymph, mendatangi Sophie dan membawanya kabur.
Agatha yang enggak terima temannya meninggalkan desa Gavaldon dan dirinya, berusaha menarik paksa Sophie dari cengkeraman makhluk tersebut.
Sayangnya, keduanya malah berakhir masuk ke sebuah dimensi yang menghubungkan mereka pada sekolah sihir tersebut. Keduanya terpisah, Agatha berada di sisi 'Evers' dimana terdiri dari siswa yang layak menjadi pahlawan dan punya kebaikan dalam diri mereka. Sedangkan Sophie, berada pada sisi 'Nevers' yang terdiri dari siswa berkepribadian buruk, jahat, dan penuh akal licik.
Seperti Gryffindor VS Slytherin dalam Harry Potter, di sekolah ini juga punya kepala sekolah dan guru pembimbing untuk masing-masing kelas 'Evers' dan 'Nevers'.
Di sisi 'Evers' atau 'Good' dipimpin oleh Professor Dovey (Kerry Washington), sedangkan sisi 'Nevers' atau 'Evil' dipimpin oleh Professor Lady Lesso (Charlize Theron).
Keduanya punya visual yang sangat jauh berbeda, sampai pada pakaian yang mereka kenakan.
Di kelas 'Evers', para murid menggunakan pakaian mewah warna warni ala putri dan pangeran. Sedangkan di sisi Nevers, para murid menggunakan pakaian serba hitam ala black magician.
Kesal dan kecewa karena dipisahkan dalam kelas yang "salah", Sophie berusaha untuk dipindahkan ke sisi 'Evers' yang menjadi impiannya selama ini. Sementara Agatha, hanya ingin pulang dan kembali ke rumahnya. Sayangnya, keinginan ini ditolak oleh professor sekolah seperti Lady Lesso, Professor Dovey dan Kepala Sekolah (Laurence Fishburne) yang percaya bahwa keduanya sudah berada dalam kelas yang tepat dan sesuai dengan kepribadian mereka.
Satu-satunya cara mengubah takdir Sophie adalah dengan mencari dan mencium cinta sejatinya. Jika ia berhasil melakukannya, maka bukan tidak mungkin untuk Sophie pindah ke kelas 'Evers' sesuai impiannya. Agatha yang sangat peduli pada sahabatnya, akhirnya membantu Sophie untuk menemukan calon cinta sejatinya.
Adalah Tedros (Jamie Flatters) anak dari King Arthur yang merupakan laki-laki tampan dan dikagumi para wanita dari kelas 'Evers'. Saat pertama kali bertemu, mata Tedros tertuju pada keunikan Sophie dengan rambut pirangnya. Dari sinilah, Sophie kemudian meminta tolong pada Agatha untuk mendekatkannya pada Tedros supaya ia bisa mencium laki-laki yang menjadi cinta sejatinya.
Enggak butuh waktu lama untuk membuat Tedros jatuh cinta pada Sophie. Tapi latar belakang keduanya yang berbeda, ditentang oleh pihak sekolah. Untuk membuktikan keduanya adalah cinta sejati, mereka harus berhasil melewati tantangan melewati hutan gelap yang mengerikan secara terpisah.
Jika keduanya berhasil bertemu di satu titik, maka Tedros dan Sophie diperbolehkan untuk menjalin hubungan sekaligus menjadi satu-satunya pasangan dari 'Evers' dan 'Nevers' yang belum pernah ada sebelumnya.
Sayangnya, yang terjadi malah sebaliknya. Agatha yang berhati baik saat itu bermaksud membantu sahabatnya Sophie supaya berhasil melewati tantangan. Namun, ia justru mempertaruhkan nyawanya untuk membantu Tedros melawan monster yang ada di dalam hutan.
Tedros yang merasa dikhianati oleh Sophie, kemudian pergi meninggalkannya dan menolak untuk melanjutkan hubungan. Dari sinilah rasa kecewa, benci dan murka Sophie semakin besar pada Agatha yang menjadikannya penyihir jahat di bawah pengaruh Rafal, penyihir Evil terkenal yang tak terkalahkan.
Bagaimanakah perjuangan Agatha untuk mengembalikan sahabatnya Sophie?
Di film ini Paul Feig dan David Magee memanjakan penonton dengan visual sekolah sihir yang megah dan mewah. Bangunan yang besar, penuh magis, pakaian siswa yang menarik, makhluk sihir yang aneh seperti bunga beracun yang bisa menggigit, burung tengkorak raksasa, orang-orangan sawah berwajah labu yang menjadi reaper di malam hari, tato yang berubah menjadi naga berapi, serta malaikat cinta ‘cupid’ mengerikan yang bertugas sebagai penjaga sekolah.
Meski sebagian mengingatkan kita pada dunia sihir Hogwarts, namun pengembangan selanjutnya lebih ke arah fantasi dongeng anak-anak dengan visual tidak semenyeramkan film Harry Potter.
Efek visualnya pun sangat berlimpah, walau di adegan opening rasanya masih terlihat kurang rapi namun untuk beberapa adegan ke belakang jauh lebih baik.
Gabungan sinematografi dan CGI yang oleh Feig bikin nagih, sehingga durasi 2 jam 28 menit enggak terasa lama. 'The School for Good and Evil' merupakan film yang wajib ditonton untuk melepas kerinduan tentang dunia sihir dan fantasi dongeng ringan ditengah film-film yang berat di tahun ini.
Meski film ini seolah mengisahkan tentang cinta sejati, namun fokusnya justru pada hubungan kedua sahabat yang mampu mengubah dan mematahkan sihir jahat.
Akting Sofia Wylie sebagai Agatha cukup baik menggambarkan karakternya sebagai seorang anak yang terlihat acuh dan dingin, namun punya sisi baik yang suka menolong orang dan peduli pada sahabat satu-satunya.
Sedangkan Sophia Anne Caruso mampu menyulap perubahan karakternya yang tampak seperti 'Cinderella’ berhati baik namun ternyata punya sisi gelap yang menjadikannya jahat.
Ditambah dengan akting veteran sekelas Charlize Theron yang katam memerankan karakter villain fantasi, seperti di film 'The Huntsman' serta Cate Blanchett yang menjadi narator di film ini, juga menambah kekuatan tentang cerita-cerita fairy tale yang membantu imajinasi penonton.
Artikel menarik lainnya:
Ngeri! Warga di Negara Ini Dihantui Bom, Harus Siap Dievakuasi Kapan Saja
Sulap Tanduk Kerbau Jadi Souvenir, Produknya Laris Sampai ke Jepang
Mirror d’Eau: Bak Cermin, Ini Air Mancur Paling Instagramable di Bordeaux, Prancis
Kota Pekanbaru Punya Dua Titik Nol, Menjadi Polemik Sampai Saat Ini: Aslinya di Sini!
Urban Forest: Tempat Nongkrong Baru Anak Jaksel, Bisa Santap Pizza di Tengah Hutan Kota
Keren! Terompet Reog Buatan Mahasiswa Ponorogo Sukses Merajai Pasar Internasional
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: