Dokumenter terbaru Netflix 'In The Name of God; A Holy Betrayal' saat ini sedang ramai diperbincangkan lantaran cerita dari kisah nyata tersebut membuat banyak penonton merinding.
Dari empat pemimpin sekte yang dibahas, sekte JMS Korea yang dipimpin oleh Jung Myung Seok paling banyak menyita perhatian. Namanya menjadi pencarian google, seperti yang dikutip dari Koreaboo dan Allkpop.
Dalam 3 episode film dokumenter In the Name of God A Holy Betrayal, Netflix melakukan serangkaian wawancara dengan beberapa orang yang mengaku korban Jung Myung Seok JMS Korea tersebut.
Ia berprofesi sebagai seorang pendeta. Bahkan, dalam film dokumenter Netflix tersebut ia mengaku bahwa dirinya adalah seorang Mesias.
Ia lahir pada tanggal 16 Maret 1945 di Geumsan Korea selatan. Jung Myung Seok yang di tahun 2023 memiliki umur 78 tahun ini tumbuh bersama 6 saudaranya dan merupakan anak ketiga dari 7 bersaudara, dikutip dari laman tersebut.
Agama dan gerejanya sendiri yang disebut JMS tersebut sebenarnya sebuah julukan, sementara agama dan gereja adalah Christian Gospel Mission (CGM) yang sudah dianggap sesat oleh Asosiasi di Agama Kristen di Korea Selatan.
Ia sempat diadili dan dihukum 10 tahun penjara atas laporan korban-korbannya, perempuan-perempuan berusia 20 tahun yang pernah diperkosa dan jumlahnya sampai ribuan.
Tak hanya nama dan kesaksian korban, lokasi gerejanya juga menjadi perbincangan. Sehingga ada beberapa netizen yang membocorkan beberapa lokasi letak JMS tersebut.
Beberapa netizen yang tergabung di komunitas online yang mengunggah alamat dari cabang gereja JMS, seperti yang dikutip dari Alkpop. Komunitas ini kemudian mengunggah 90 lokasi dan alamat yang diduga masih di bawah naungan gereja JMS.
@destafavot Replying to @kimhaeil FAKTA apa lagi nih yang belum terungkap?? #inthenameofgodaholybetrayal #inthenameofgod #documentary #serialdocumetaries #serialnetflix #netflix #kultur #sektesesat #jms
? Penthouse - Kim Jun Seok
Gereja dari sekte tersebut ternyata sudah tersebar sampai di beberapa negara. Kabarnya, Indonesia juga sempat memiliki cabang gereja dari sekte JMS tersebut.
Hal ini diungkapkan dalam Tiktok destafavot yang mengutip story Youtuber Korea Jang Hansol. Menurutnya, gereja JMS itu cabangnya pernah ada di Indonesia.
Ia juga menyebutkan gerejanya itu tidak terlihat seperti umumnya gereja di Indonesia.
"Tempatnya lebih mirip ruko atau perkantoran," katanya tiktoker tersebut.
Dalam video Youtube Korea Reomit terbaru, Hansol juga menjelaskan bila JMS dan pengikutnya sangat frontal dengan pemberitaan media. Mereka justru tak merasa bahwa apa yang mereka lakukan salah, justru ia menganggap semua warga Korea Salah karena menganut ajaran Kristen yang salah.
Dalam dokumenter "In The Name of God: A Holy Betrayal" tersebut juga disebut hanya mengungkapkan 10 persen dari cerita kebenarannya. Karena kejahatan dna kesesatan beberapa sekte tersebut belum apa-apa dengan apa yang sebenarnya terjadi, menurut para korban.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: