Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 06 JUNI 2023 • 11:03 WIB

Review "Detektif Jaga Jarak": Tema Berat Dibikin Ringan dan Berkesan, Tapi Terlalu Ringkas

Review Detektif Jaga Jarak : Tema Berat Dibikin Ringan dan Berkesan, Tapi Terlalu RingkasAdegan di

Di tengah gempuran film horor Indonesia dan box office Hollywood, ada satu film yang nyempil yang berani tampil beda. Film berjudul 'Detektif Jaga Jarak' tersebut hadir dengan penceritaan yang sederhana dan relate dengan kebanyakan orang.

Perselingkuhan meningkat di saat pandemi. Konsultan pernikahan dan detektif perselingkuhan laris manis.

Dua kalimat di atas mewakili apa yang ada dalam cerita garapan sutradara Rahabi Mandra, sekaligus penulis naskahnya. Bersama Seven Sunday Film yang bekerja sama dengan Temata Studios, mereka pun mengajak beberapa nama terkenal seperti Marthino Lio, Givina Lukita, Bima Sena, Hana Malasan, dan beberapa nama lain untuk bermain dalam film drama komedi tersebut.

Baca Juga: Film "Detektif Jaga Jarak" Sajikan Tragedi Komedi Perselingkuhan dengan Nuansa yang Segar

Sinopsis Detektif Jaga Jarak

Adegan di "Detektif Jaga Jarak". (Instagram/Seven Sunday Film).

"Detektif Jaga Jarak" berkisah tentang Almond (Marthino Lio) seorang konsultan pernikahan yang bangkrut saat di era pandemi dan tak punya pemasukan. Padahal ia sudah ditagih untuk melamar kekasihnya Arum (Givina Lukita) oleh kedua orang tuanya.

Disaat tak memiliki uang dan tempat tinggal, Almond harus menginap di kantor kecamatan dan pekerja sebagai petugas disinfektan. pada momen itulah bertemu dengan Takdir (Bima Sena), seorang anak jalanan yang diam-diam selalu memberikan barang bukti orang yang berselingkuh. Merasa ada peluang bisnis menyelidiki perselingkuhan, Almond pun akhirnya bekerjasama dengan Takdir dan mencari uang,

Adegan di "Detektif Jaga Jarak". (Youtube/Seven Sunday Film).

Sayangnya bisnis tersebut mengalami kendala dengan muncul seorang Polwan bernama Citra (Hana Malasan) yang menetap di kantor kecamatan, belum lagi masalah cinta Almond dan Arum yang rumit lantaran saat Almond sudah menyiapkan dana untuk menikah, sifat Arum mendadak berubah.

Takdir yang merasakan adanya perubahan, meminta Almond untuk menyelidikinya meskipun Almond yakin Arum tipe yang setia.

Lalu apa yang terjadi akhirnya?

Tema yang berat namun dibuat ringan.

Adegan di "Detektif Jaga Jarak". (Youtube/Seven Sunday Film).

 

Seperti biasa, tema perselingkuhan memang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Sehingga ketika materinya dibuat cerita, sebut saja "Layangan Putus", "Mendua", atau "Noktah Merah Perkawinan" menjadi sangat laris manis. Penonton turut haru biru atas cerita tersebut.

Namun para filmmaker cerita ini membuat ceritanya lebih sederhana, ringan, tapi tetap mengena. Apalagi didukung dengan banyak fakta bahwa angka perceraian dan perselingkuhan meningkat saat pandemi melanda. Otomatis penonton dikasih sebuah realita.

Lantaran dibungkus dengan komedi situasi yang ringan, cerita perselingkuhan ini menjadi sebuah tragedi yang ternyata bisa ditertawakan. Makanya meskipun ringan, pesan yang ingin disampaikan melalui akting para pemeran bisa mengena.

Komedinya pun tak dibuat seolah-olah harus ngelucu. Semua adegan dibuat memang berdasarkan situasi, seperti saat Almond ingin melompat dari jembatan namun terhenti karena ada tukang motor kerupuk yang lewat.  timing yang menarik untuk menyajikan drama dan komedi dibuat pas, walaupun ada yang berlebihan.

Durasi yang ringkas, jadi ada yang kurang jelas

Adegan di "Detektif Jaga Jarak". (Youtube/Seven Sunday Film).

Terlepas dari akting dan penulisan cerita yang apik, ada beberapa hal yang dicatat dari film ini. Salah satunya tentang durasi yang terlalu ringkas dan beberapa latar belakang yang belum jelas.

Diketahui, film ini berdurasi hanya 75 menit, atau 1 jam 15 menit. Tentunya sangat pendek sekali untuk ukuran layar lebar.

Baca Juga: Natalie Portman Pilih Pertahankan Rumah Tangga usai Dugaan Suami Selingkuh

Padahal bisa ditambahkan adegan tentang beberapa hal yang belum jelas. Seperti salah satunya latar belakang karakter Takdir. Sebenarnya siapa dia, anak jalanan darimana, atau bagaimana awal mulanya dia bisa jadi cepu untuk orang-orang berselingkuh. Termasuk asal usul anjing bernama Bro.

Adegan di "Detektif Jaga Jarak". (Youtube/Seven Sunday Film).

 

Begitu pula dengan adegan tentang polwan bernama Citra yang seharusnya bisa lebih banyak digali. Lantaran karakter sungguh menarik.

Kendati seperti itu, film "Detektif Jaga Jarak" mesti ditonton oleh penonton Indonesia agar tema-tema seperti ini semakin banyak diangkat, berikut genrenya yang tak melulu didominasi horor.

Rating: 7,5/10

Artikel Menarik Lainnya:

Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Review "Detektif Jaga Jarak": Tema Berat Dibikin Ringan dan Berkesan, Tapi Terlalu Ringkas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!