Ben Affleck di film 'Hypnotic'. (IMDB).
INDOZONE.ID - Apa jadinya kalau seseorang punya ilmu hipnotis yang next level tanpa perlu menggunakan medium apa pun untuk membuat orang lain menuruti perintahnya? Beginilah kira-kira kekuatan Ben Affleck di film terbarunya Hypnotic. Bisa dibilang, film ini mirip dengan ilmu gendam next level yang dengan mudah menghipnotis orang tanpa perlu menggunakan medium tertentu.
Film thriller sains fiksi ini disutradarai oleh Robert Rodriguez yang menceritakan seorang detektif yang kehilangan anaknya selama bertahun-tahun tanpa mengetahui siapa penculik sebenarnya. Meski pelaku yang dicurigai sebagai tersangka utama telah ditangkap, tapi tubuh putrinya tidak pernah ditemukan.
Danny Rourke (Ben Affleck) adalah seorang detektif kepolisian Austin yang mengalami trauma pasca tragedi penculikan anaknya, Minnie (Hala Finley) beberapa tahun lalu. Meski pelaku yang dicurigai sebagai tersangka utama berhasil ditangkap, namun penjahat tersebut mengaku tidak mengingat kejadian penculikan apa pun.
Sejak itu, ia beberapa kali melakukan sesi konseling dan hipnoterapi yang membantunya mengingat kejadian di saat putrinya diculik. Tapi seolah tidak ada kemajuan dari konseling tersebut, dirinya kembali tidak mampu mengingat bagian yang hilang dari rangkaian peristiwa saat itu, seolah sengaja dihapuskan.
Baca juga: Ben Affleck Kembali di Sekuel The Accountant, Lagi Proses Syuting
Ketika dirinya berusaha untuk menemukan kembali putrinya, ia ditugaskan dalam misi baru bersama rekannya, Nicks (JD Pardo), untuk mengintai seorang pria bernama Dellrayne (William Fichtner) yang mampu mengendalikan pikiran seseorang dan berencana melakukan perampokan brankas sebuah bank.
Saat dirinya tengah melakukan pengejaran, ia menemukan foto polaroid putrinya yang bertuliskan “Find Lev Dell Rayne” di ruang penyimpan bekas perampokan tadi. Sayangnya, pelaku berhasil kabur.
Kejadian ini membawanya pada seorang ahli hipnotis lainnya, bernama Diana Cruz (Alice Braga) yang mengetahui lebih banyak tentang Dellrayne dan kemampuan hipnotisnya yang luar biasa. Meski awalnya Rourke tidak mempercayai tentang ilmu permainan pikiran, pada akhirnya mereka bekerjasama untuk menemukan putrinya. Mampukah ia menemukan putrinya yang bertahun-tahun telah menghilang?
Sekilas, Hypnotic mengingatkan kita pada film Inception (2010) garapan Christopher Nolan yang menghadirkan jalan cerita dan plot twist yang membingungkan penonton. Apalagi penggunaan teknik kamera zooming saat menampilkan dunia nyata yang berlawanan dengan sugesti.
Sayangnya, meski premis awal film yang terlihat cukup menjanjikan berbanding terbalik dengan eksekusi cerita yang menghubungkan perjalanan detektif Rourke dalam menemukan putrinya yang hilang dan ilmu hipnotis ditampilkan terlalu terburu-buru. Mungkin karena durasinya hanya dikemas dalam waktu 93 menit.
Selain itu, entah kenapa sutradara sekaligus penulis Rob Rodriguez bersama Max Borenstein (Kong: Skull Island) menghadirkan konflik dan pengenalan karakter yang biasa-biasa saja untuk mengantarkan pada plot twist di bagian akhir film. Terlebih fakta bahwa target Dellrayne berkaitan dengan Rourke yang secara tiba-tiba melibatkan kisah masa lalu, organisasi pemerintah, misi rahasia yang semuanya diambil dari beberapa film fiksi ilmiah yang jauh lebih baik.
Beberapa latar dan setting-nya terasa kurang greget, mungkin karena budgetnya yang murah untuk sekelas film Hollywood, sekitar $65 juta.
Setelah keterlibatannya dalam proyek film Air sebagai sutradara sekaligus pemain yang meninggalkan decak kagum, publik pasti berharap lebih dalam filmnya kali ini. Tapi sayangnya, aktingnya sebagai detektif yang diliputi masa trauma justru tertimbun oleh penampilan memukau dari William Fichtner.
Meski sebagai karakter pendamping, tidak dipungkiri kalau penampilannya berhasil menghipnotis penonton dalam menunjukkan ilmu gendamnya pada seseorang. Ia adalah karakter yang ditakuti karena ancaman lewat kemampuannya dalam menghipnotis yang hampir tidak terkalahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: