INDOZONE.ID - Kalau ngomongin film Hollywood yang lagi rame, One Battle After Another jelas jadi salah satu yang nggak boleh dilewatkan.
Film barat terbaru garapan Paul Thomas Anderson ini, dibintangi aktor kelas dunia Leonardo DiCaprio bareng Benicio Del Toro dan Teyana Taylor.
Nggak cuma memberi aksi tegang, ceritanya juga nyentil isu sosial dan politik Amerika yang relevan banget sama kondisi sekarang.
Penasaran gimana sinopsis ceritanya dan worth it nggak buat ditonton? Yuk, intip sinopsis dan review singkat One Battle After Another di bawah ini!
Sinopsis One Battle After Another
Film Hollywood terbaru ini terinspirasi dari novel Vineland karya Thomas Pynchon. Fokus ceritanya ada di Bob (Leonardo DiCaprio) dan Perfidia (Teyana Taylor), dua mantan revolusioner.
Hidup keduanya berantakan lagi pas anak remaja mereka, Willa (Chase Infiniti), diburu Kolonel Steven Lockjaw (Sean Penn), seorang supremasis kulit putih.
Bob yang udah setengah gila karena paranoia akhirnya turun tangan. Ia dibantu Sensei Sergio (Benicio Del Toro) dan Deandra (Regina Hall), dua pejuang lama yang juga masih punya luka sendiri.
Baca juga: 10 Rekomendasi Film Terbaik yang Dibintangi Leonardo DiCaprio: Apa Saja?
Adegan pembuka film langsung bikin heboh, kelompok revolusioner French 75 menyelamatkan imigran Meksiko dari pusat penahanan.
Ini jelas nyambung sama isu panas tentang kebijakan imigrasi pemerintah Amerika sekarang.
Banyak yang bilang film ini mengglorifikasi kekerasan politik, padahal nggak. Sang sutradara menunjukkan kalau kekerasan cuma solusi sementara, yang ujung-ujungnya malah bikin korban di dua sisi.
Baca juga: 10 Serial Terbaru Netflix September 2025: Dari Barat Sampai Korea, Mana Favoritmu?
Review One Battle After Another
Leonardo DiCaprio bareng Sean Penn balik lagi dengan akting kelas dewa di film action-drama terbaru garapan Paul Thomas Anderson.
One Battle After Another dibuka dengan gambaran Amerika yang udah berubah jadi negara polisi ala fasis. Ada imigran ditangkap massal, polisi dan militer menyatu jadi kekuatan otoriter, sementara kelompok nasionalis Kristen rahasia mengatur jalannya negara.
Kedengarannya emang kayak thriller distopia yang berat banget, tapi nyatanya film ini nggak cuma tentang politik besar. Anderson berhasil bikin ceritanya tetap relate. Ada momen tegang, ada juga humor nyeleneh yang bikin ceritanya nggak terlalu kaku.
Lewat karakter Perfidia Beverly Hills (Teyana Taylor), pemimpin pemberontak karismatik, kita dibawa masuk ke dunia revolusi.
Ia jadi partner Bob Ferguson (Leonardo DiCaprio), si ahli bahan peledak urakan. Namun, makin lama, kita sadar perjuangan mereka terlalu kecil buat melawan sistem segede itu.
Film ini campuran antara drama, thriller, sindiran politik, sampai kisah keluarga yang emosional. Visualnya pun keren abis dengan nuansa 70-an yang bikin tiap adegan berasa hidup.
DiCaprio tampil beda banget di sini. Anderson memberinya ruang buat eksplor sisi komedi, bikin karakternya terasa rapuh tapi nyata.
Dari sosok ayah pecundang ini, kita justru lihat perjuangan melindungi keluarga dan tetap mempertahankan harapan di tengah sistem bobrok itu.
Akhirnya, One Battle After Another bukan cuma kisah tentang negara otoriter, tapi juga refleksi soal rasisme, sejarah kelam Amerika, dan pentingnya keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hollywood Reporter