Sabtu, 20 DESEMBER 2025 • 15:26 WIB

Penjelasan Ending The Great Flood, Makna Film Bencana Terbaru Netflix di Akhir 2025

Author

Penjelasan ending The Great Flood, film bencana Korea terbaru 2025 (My Drama List)

INDOZONE.ID - The Great Flood sukses bikin penonton mikir keras sampai kredit akhir muncul. Di balik adegan banjir besar yang bikin deg-degan, film bencana terbaru Netflix ini ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih dalam.

Nggak sedikit penonton langsugn bertanya-tanya setelah nonton, sebenarnya apa yang terjadi di ending-nya? Apakah semua itu nyata, atau cuma bagian dari eksperimen?

Nah, kita bakal membahas penjelasan ending The Great Flood dengan bahasa yang santai dan gampang dipahami. Langsung scroll ke bawah ya!

Sinopsis The Great Flood

The Great Flood, film bencana Korea terbaru 2025 (My Drama List)

Film bencana Netflix ini dibuka dengan kisah An Na, seorang perempuan yang terbangun suatu hari dan melihat dunia di sekelilingnya sudah nggak seperti yang dikenal.

Awalnya, An Na cuma melihat jalanan tergenang air dan mengira itu akibat hujan deras biasa. Akan tetapi, semuanya berubah saat air mulai masuk ke apartemennya yang terletak di lantai tiga.

Sadar air bakal terus naik, ia langsung menggenggam putranya dan berusaha mencari cara untuk bertahan hidup. Ternyata, perjuangan mereka hanyalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Perlahan, terungkap bahwa bukan cuma nyawa mereka yang dipertaruhkan. Nasib seluruh umat manusia justru bergantung pada An Na. Di tengah film, sebuah twist besar benar-benar mengubah cara kita melihat cerita ini.

Baca juga: 5 Fakta Seru 'The Great Flood', Film Korea Terbaru Tema Bencana Besar di Netflix

Penjelasan Ending The Great Flood

Simulasi An Na: Ujian Terbesar sebagai Seorang Ibu

The Great Flood, film Korea terbaru Netflix tayang Desember 2025 (My Drama List)

Twist paling mengejutkan di The Great Flood muncul saat terungkap bahwa An Na sebenarnya terjebak dalam sebuah simulasi berbentuk time loop. Dunia ini akan terus berulang sampai ia menyelesaikan satu tugas penting.

An Na diketahui bekerja di Isabela Lab, sebuah perusahaan yang menyiapkan manusia sintetis sebagai antisipasi jika kiamat terjadi.

Para peneliti sadar kehancuran bumi nggak bisa dicegah. Jadi, mereka fokus pada satu hal, bagaimana caranya mereka tetap bertahan meski semua manusia telah musnah.

Masalahnya, meski tubuh dan kesadaran manusia sintetis bisa diciptakan, emosi manusia bukan sesuatu yang bisa dibuat begitu aja. Di sinilah, peran An Na jadi penting.

Baca juga: Kim Da Mi dan Park Hae Soo Comeback di Film Bencana Netflix ‘The Great Flood’ Desember 2025

Emotion Engine dan Masalah Besar di Baliknya

The Great Flood (Dok. Netflix)

Tugas An Na adalah mengembangkan Emotion Engine, sebuah sistem yang bisa menumbuhkan emosi manusia pada manusia sintetis.

Namun, emosi nggak bisa muncul instan. Ia harus tumbuh seiring waktu. Oleh karena itu, bayi-bayi sintetis, termasuk Ja In, dirawat oleh manusia sungguhan.

Masalah baru pun muncul. Saat ini, emang masih ada manusia yang bisa merawat bayi-bayi itu. Akan tetapi, bagaimana nanti saat Bumi benar-benar hancur? Bayi-bayi ini tetap butuh seorang ibu dan ibu itu harus punya empati dan kasih sayang.

Artinya, Emotion Engine juga harus bekerja pada sosok ibu. Lagi-lagi, An Na punya jawabannya. Menurut An Na, anak harus diciptakan lebih dulu, baru kemudian ibunya.

Sayangnya, waktu mereka terbatas. Nggak ada cukup waktu untuk mengembangkan Emotion Engine bagi seorang ibu dari nol. Makanya, An Na menciptakan dunia simulasi, tempat seorang calon ibu akan diuji terus-menerus sampai benar-benar siap.

Mengulang Hari Terburuk dalam Hidup An Na

Simulasi dalam film ini terasa nyata, sampai-sampai bisa bikin penonton bingung mana yang nyata dan mana yang nggak.

Namun, satu hal penting yang perlu diingat kalau paruh pertama film benar-benar terjadi di dunia nyata. Itu adalah hari paling menyakitkan dalam hidup An Na.

Banjir besar memaksanya berjuang mati-matian demi menyelamatkan Ja In. Di tengah kekacauan itu, ia menerima pesan terakhir dari ibunya, penuh cinta dan dukungan, sebelum sang ibu meninggal karena banjir.

Hari itu berakhir dengan luka yang lebih dalam saat An Na terpaksa naik helikopter penyelamat, sedangkan Ja In tertinggal.

Sebelum pergi, An Na berjanji akan kembali menjemput putranya. Janji inilah yang membuatnya rela menjadi subjek uji coba simulasi.

Aturan Simulasi: Gagal? Ulang dari Awal

Sebelum tahu bahwa dirinya sendiri yang akan menjalani simulasi ini, An Na merancangnya sebagai tes untuk memastikan Emotion Engine benar-benar bekerja.

Sang ibu akan terus dihadapkan pada situasi hidup dan mati, kala keselamatan anaknya selalu terancam. Tugasnya cuma satu menemukan anak yang hilang.

Jika berhasil, simulasi berhenti dan ia dianggap siap kembali ke bumi sebagai pelindung generasi baru. Jika gagal, waktu akan diulang, ingatan dihapus, dan semuanya dimulai lagi dari nol.

Apa yang Terjadi di Akhir Film?

Di bagian akhir, An Na berjuang habis-habisan biar bisa kembali bareng Ja In. Keduanya masih menyimpan ingatan dari pengalaman sebelumnya di dalam simulasi.

Akhirnya, mereka bersatu kembali di dunia eksperimen tersebut. Tumbuh dan saling mencintai, meski secara fisik keduanya sebenarnya nggak benar-benar ada.

Itulah penjelasan ending The Great Flood. Buat yang penasaran, langsung tonton di Netflix ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Movie Delic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU