Surbival Show Baru Battle of Fates: Mengintip Sengitnya Pertarungan Para Peramal di Korea Selatan
INDOZONE.ID - Battle Of Fates sebuah serial yang menghadirkan peramal ternama dari Korea Selatan. antara garis kehidupan dan pilihan manusia.
Battle Of Fates merupakan sebuah pertunjukan survival yang bukan cuma soal bertahan, melainkan soal membuktikan siapa yang benar-benar mampu membaca takdir.
Sejak tayang perdana pada 11 Februari di Disney+, Battle of Fates langsung mencuri perhatian. Bukan hanya karena konsepnya yang tidak biasa, tetapi juga karena atmosfernya yang begitu intens.
Baca juga: Deretan Film Korea yang Sedang Tayang di Bioskop Indonesia 2026
Bayangkan sebuah panggung besar dengan bulan purnama raksasa menggantung di tengah set. Di bawah cahaya remangnya, 49 peramal muncul dengan kostum khas mereka, membawa kartu tarot, lonceng, pedang, hingga tatapan tajam yang seolah bisa menembus rahasia terdalam manusia.
Battle Of Fates bukan survival biasa. Ini adalah panggung pembuktian.
49 Ahli, 49 Takdir, dan Satu Pemenang
Program ini mempertemukan para ahli dari berbagai cabang spiritual seperti, tarot, saju (astrologi Korea), perdukunan, hingga fisiognomi. Mereka bukan nama sembarangan.
Adapun, dukun dengan pengalaman puluhan tahun, peneliti ramalan yang telah menekuni bidangnya selama tiga dekade, hingga profesional kantoran yang di malam hari berubah menjadi analis takdir.
Menariknya, tim produksi tidak sekadar mencari sosok terkenal. Mereka mencari “master sejati.”
Bahkan dalam proses audisi, beberapa rahasia pribadi kru produksi disebut-sebut berhasil terbaca secara langsung oleh para peserta.
Baca juga: 14 Film Terbaru dan Drama Korea yang Memukau di Januari 2026, Wajib Nonton!
Di era ketika praktik ramalan begitu menjamur di Korea Selatan, memilih 49 orang yang dianggap benar-benar mumpuni tentu bukan perkara mudah.
Kriteria mereka bukan hanya akurasi, tetapi juga logika berpikir dan ketahanan mental. Karena di sini, prediksi bukan hanya soal benar atau salah, melainkan tentang tanggung jawab di depan publik.
Misi yang Menguji Nalar dan Nyali
Pada putaran pertama, para peserta diminta menentukan penyebab kematian seseorang hanya dari foto dan data tanggal lahir serta wafatnya.
Tidak sedikit yang terdiam, bahkan peramal senior pun tampak terkejut dengan kompleksitas soal tersebut.
Lalu misi berlanjut dengan mengidentifikasi orang tunawisma hanya dari telapak kaki, membedakan antara seseorang yang mendapat rezeki besar dan yang sedang dirundung kemalangan, hingga menebak detail medis dan identitas akademik.
Semua itu dilakukan dengan tekanan waktu dan sorotan kamera.
Baca juga: Drakor Netflix ‘Can This Love Be Translated?’ Dikecam Netizen Korea Selatan
Ketegangan terasa nyata. Ada yang membunyikan lonceng, ada yang mengocok kartu dengan gerakan dramatis, ada pula yang hanya mengandalkan intuisi dan tatapan sunyi.
Saat salah satu peserta berhasil menjawab dengan akurat, suasana studio berubah, antara takjub dan tidak percaya.
Tak heran jika banyak penonton mengaku “merinding” dan ketagihan mengikuti setiap episodenya.
Kontroversi dan Popularitas
Melansir laman Chosun (12/02/2026) sebelum rilis, serial ini sempat menjadi perbincangan karena keterlibatan salah satu anggota cast yang menuai kontroversi.
Namun sebagai program pra-produksi, tayangan tetap berjalan sesuai jadwal.
Terlepas dari polemik tersebut, Battle of Fates berhasil berdiri dengan kekuatannya sendiri.
Konsep yang segar, atmosfer misterius, dan sensasi menegangkan yang jarang ditemui dalam acara survival.
Baca juga: 4 Fakta Seru ‘Keadilan: The Verdict’, Film Indonesia–Korea yang Lagi Jadi Sorotan
Mengangkat tema “takdir”menjadi sesuatu yang dipercaya sekaligus dipertanyakan banyak orang.
Battle Of Fates seperti mengajak kita merenung. Apakah hidup sepenuhnya sudah digariskan, atau kita sebenarnya sedang menulisnya setiap hari?
Pada akhirnya, Battle of Fates bukan cuma soal siapa yang paling akurat membaca masa depan.
Battle Of Fates adalah pertunjukan tentang keyakinan, intuisi, dan keberanian untuk berdiri di balik prediksi yang diucapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Chosun