INDOZONE.ID - The Art of Sarah langsung mencuri perhatian sejak episode pertamanya tayang. Mengusung genre thriller kriminal, drakor terbaru Netflix ini penuh twist yang bikin penasaran.
Dibintangi oleh Shin Hye Sun dan Lee Jun Hyuk, penonton bakal dibuat mikir sepanjang episode. Ceritanya bukan cuma tentang pembunuhan biasa, tapi juga soal identitas palsu dan ambisi nggak terbatas.
Penonton diajak masuk ke dunia tas mewah dan status sosial yang penuh ilusi. Dengan total 8 episode, drama ini cocok banget buat kamu yang suka thriller.
Sebelum nonton, simak dulu review The Art of Sarah berikut ini, siap-siap terbius oleh sisi manipulatif si tokoh utama!
Review The Art of Sarah
Awal Cerita yang Langsung Bikin Merinding
Drakor terbaru Netflix ini langsung dibuka dengan penemuan mayat wanita di selokan. Tubuhnya sudah rusak dan tangannya masih menggenggam tas desainer mahal. Dari situ, kita langsung ditarik masuk ke dunia kemewahan yang ternyata penuh ilusi.
Wanita itu diduga adalah Sarah Kim, pemilik brand tas mewah bernama Boudoir. Anehnya, makin diselidiki, makin terasa ada yang nggak beres. Identitas Sarah kayak nggak jelas.
Setiap orang yang kenal ia punya versi cerita berbeda. Ada yang mengenalnya sebagai pebisnis Korea-Amerika, teman setia, sampai manipulator berbahaya.
Penonton akan diajak menyelami pertanyaan siapa orang yang terbunuh, membunuh, sampai siapa Sarah Kim sebenarnya.
Baca juga: Sinopsis The Art of Sarah, Drakor Thriller Netflix 2026 Penuh Kebohongan dan Misteri
Dunia Tas Mewah yang Penuh Tipu Daya
Salah satu hal paling menarik dari drama ini adalah cara mereka ngulik dunia mewah kelas atas. Sarah paham banget kalau kelangkaan bikin orang makin ngiler. Semakin susah didapat, semakin orang terobsesi.
Brand Boudoir sukses bukan cuma karena tasnya mahal, tapi karena ia menjual mimpi. Orang beli bukan cuma barang, tapi status. Masalahnya, banyak dari mereka sebenarnya nggak mampu, cuma pengen kelihatan mampu.
Tas ini di-branding dengan tas buatan luar negeri yang jadi favorit orang kaya 0,1%. Alhasil, orang-orang berbondong-bondong beli cuma biar diakui. Kritik sosial ini yang terasa tajam banget.
Baca juga: Detail Lengkap The Art of Sarah, Drakor Thriller Netflix Paling Ditunggu Februari 2026
Akting Luar Biasa Shin Hye Sun
Salah satu alasan drama ini menarik ditonton karena aktingnya Shin Hye Sun. Ia nggak cuma main satu karakter, tapi banyak versi Sarah. Kadang ia bisa kelihatan manis, dingin dan penuh strategi, rapuh, sampai menyeramkan.
Perubahan kecil dari ekspresi, cara duduk, sampai nada suaranya punya emosi dalam. Dari sini, penonton tahu kalau Sarah selalu pakai topeng. Di setiap situasi, topengnya juga beda.
Walaupun ceritanya makin lama makin ribet, akting Shin Hye Sun bikin kita tetap betah nonton. Ditambah lagi, semua fashion yang ia pakai juga kelihatan elegan.
Detektif Super Teliti Tapi Kurang Digali
Penonton juga diajak menyelami kasus pembunuhan lewat kacamata detektif Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk). Ia tipe orang yang gigih dan terus mengejar kebenaran.
Dari yang awalnya salah nebak, detektif ini terus mencari cara buat menangkap Sarah. Penonton dibuat ikut penasaran sama setiap langkah yang akan ia ambil.
Sayangnya, karakternya kurang digali lebih dalam. Drama ini memang fokusnya ke Sarah Kim. Jadi, peran Park Mu Gyeong lebih mirip kayak penyeimbang di tengah kekacauan hidup Sarah.
Menariknya, Lee Jun Hyuk tampil kharismatik banget. Chemistry-nya bareng Shin Hye Sun tetap terasa, meski nggak ada adegan romantis.
Banyak Twist yang Bikin Kaget
Di paruh awal, twist-nya bikin nagih. Setiap episode selalu ada kejutan baru. Sayangnya, masuk paruh kedua, twist-nya mulai kebanyakan. Baru merasa paham, malah tiba-tiba dibelokin lagi.
Ada sisi seru sekaligus bikin deg-degannya. Ada juga momen di mana ceritanya terasa terlalu padat dan sedikit berlebihan.
Penonton seolah nggak dikasih nafas atau ruang buat menebak cerita dengan benar. Setiap nebak, selalu ada plot twist nggak terduga.
Visualnya Stylish Tapi Gelap
Secara visual, drama ini cakep banget. Kontras antara pesta peluncuran tas yang glamor dengan ruang interogasi polisi yang suram digambarkan dengan baik.
Dunia fashion di sini bukan sekadar pajangan. Semua item seperti tas mahal, event eksklusif, sampai sesi foto estetik punya fungsi dalam cerita.
Bikin Deg-degan dan Mikir
Drama ini terasa kuat, tapi bukan karena gore atau adegan brutal. Fokusnya tetep di suspense psikologisnya. Kita dibuat terus menebak-nebak, siapa yang bohong, yang dimanipulasi, sampai apa yang sebenarnya terjadi.
Pada akhirnya, The Art of Sarah bukan cuma soal pembunuhan. Ini soal betapa jauh seseorang rela berbohong demi citra yang ia bangun.
Terakhir, kalau kamu suka nonton drama thriller yang bikin tebak-tebakan, The Art of Sarah wajib dicoba. Dengan 8 episode singkat, ceritanya terasa padat, dan nggak bertele-tele. Langsung gas nonton di Netflix ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond