INDOZONE.ID - Nama DPR Ian makin sering dibicarakan di dunia musik Korea, terutama di kalangan pencinta K-R&B dan alternative pop.
Dengan konsep ykuat, visual khas, dan aura misterius, DPR IAN sukses mencuri perhatian karena beda dari musisi yang lain.
Namun sebenarnya, siapa sih DPR IAN? Lewat artikel profil lengkap DPR IAN ini, kamu bisa kenal sang musisi lebih dekat. Yuk, langsung scroll ke bawah ya!
Profil Singkat DPR IAN
Nama panggung: DPR IAN
Nama asli: Christian Yu
Nama Korea: Yu Ba Rom
Tanggal Lahir: 6 September 1990
Zodiak: Virgo
Tinggi Badan: 174 cm
Golongan Darah: A
Tipe MBTI: ISFP
Kewarganegaraan: Korea–Australia
Baca juga: DPR IAN Bikin Heboh Fans Gara-gara Curhat Soal Pengkhianatan, Utang dan Masalah Mental
Perjalanan Karier
DPR IAN (Instagram @dprian)
Masa Kecil di Australia dan Sebelum Jadi Idol
DPR Ian atau yang juga dikenal sebagai Christian Yu adalah salah satu pendiri label independen Dream Perfect Regime (DPR).
Sebelum debut solo dan merilis EP pertamanya di 2021, ia lebih dulu dikenal sebagai visual director dengan konsep-konsep yang unik dan artsy banget.
DPR Ian lahir di Sydney, Australia tahun 1990 dengan nama Yu Ba Rom. Dalam sebuah ia pernah cerita kalau dirinya dibesarkan oleh ibunya setelah orang tuanya berpisah.
Sejak muda, DPR Ian dekat banget dengan dunia seni. Ia sekolah di performing arts school dan main drum di band heavy metal. Bahkan, musisi ini sering datang ke pertunjukan sirkus di Australia.
Dari kecil, memang sudah kelihatan ya, kalau ia punya jiwa seni yang kuat. Salah satu caranya mengekspresikan diri waktu itu adalah lewat dance.
Baca juga: Disebut Mirip Komeng saat Muda, DPR IAN Ngaku Tak Terganggu: Dia yang real DPR IAN!
Awal Karier sebagai YouTuber Dance
Tahun 2008, saat usianya 18 tahun, DPR Ian mulai upload video dance di YouTube dengan nama B Boy B.yu. Menariknya, channel serta video lamanya masih bisa ditemukan sampai sekarang.
Kalau dibandingkan dengan karya visualnya sekarang, rasanya seperti lihat proses evolusi seorang seniman dari nol.
DPR Ian pernah cerita kalau dulu saking cintanya sama dance, ia sering diam-diam keluar rumah malam-malam cuma buat latihan sendirian.
Suatu hari, ibunya sampai mengikuti dan tahu apa yang ia lakukan. Namun, bukannya melarang, ibunya justru mendukung dan membiarkannya mencoba serius di dunia itu.
Akhirnya, DPR Ian memutuskan ke Korea untuk mengejar passion-nya. Awalnya, ia nggak punya niat jadi idol. Namun, dirinya malah di-casting oleh agensi hiburan.
Waktu audisi, musisi ini belum bisa nyanyi dengan baik, tapi skill dance-nya berhasil bikin agensi terkesan. Di situ, identitas B Boy B.yu perlahan berakhir, dan babak baru dimulai.
Debut K-Pop Bersama C-Clown
Dari nama Koreanya, Ba Rom, ia memakai nama panggung Rome saat debut sebagai leader grup Kpop C-Clown. Grup ini debut tahun 2012 dan merupakan idol group pertama bentukan Yaedang Entertainment.
Agensi ini sebenarnya punya sejarah panjang dan pernah melahirkan artis besar seperti Deux dan Roo'Ra. Bahkan, perusahaannya sempat terdaftar di bursa saham Korea.
C-Clown sempat punya cukup banyak perhatian internasional. Mereka pernah sold out konser 2.000 kursi di Jepang dan masuk peringkat 4 chart pop Asia di Bolivia. Hal ini lumayan banget untuk grup rookie saat itu.
Sayangnya, di Korea sendiri mereka belum benar-benar mencapai puncak popularitas. Situasi makin sulit ketika CEO agensi meninggal mendadak saat grup belum genap setahun debut.
Akhirnya pada 2015, C-Clown resmi bubar setelah melalui diskusi panjang antara agensi dan para member. Walau masa idolnya terbilang singkat, fase ini jadi titik penting dalam hidupnya.
DPR – Bukan Cuma Kru, Tapi Circle Pertemanan
Kalau buka website resmi mereka, Dream Perfect Regime (DPR) digambarkan sebagai grup musik dan video independen yang lintas genre.
Namun, kalau dilihat lebih dalam, DPR bukan cuma label atau tim produksi biasa. Mereka lebih kayak circle pertemanan kreatif.
Masing-masing punya spesialisasi sendiri, tapi tetap kerja bareng di setiap proyek. Mau itu proyek siapa pun, para member tetap kolaboratif.
Mereka juga nggak terlalu ngikutin mengikuti standar industri Korea. Cara mereka bikin karya, promosi, sampai konsep visual yang semuanya terasa beda. Di dalamnya ada nama-nama seperti DPR CREAM, DPR REM, DPR LIVE, DPR Kline, dan lainnya.
Karya pertama mereka dirilis lewat lagu Till I Die milik DPR Live pada Agustus 2015. Menariknya, waktu itu Ian masih terdaftar sebagai member C-Clown. Grupnya sendiri baru resmi bubar dua bulan kemudian, Oktober 2015.
Artinya, kemungkinan besar Ian dan udah mempersiapkan DPR secara serius sebelum semuanya benar-benar selesai dengan C-Clown.
Director Ian, Dari Idol Jadi Otak Visual
Sebenarnya, di masa C-Clown pun, Ian udah ikut terlibat produksi video. Namun, saat itu, ia tetap tampil di depan kamera sebagai leader boy group.
Begitu DPR berdiri, ia benar-benar memutar arah. Ian memilih berdiri di belakang kamera sebagai director dan editor utama. Ia menyutradarai banyak video musik DPR Live, termasuk proyek dengan lagu catchy berjudul Zombie Pop.
Salah satu karya yang cukup memorable adalah film pendek visual Eyes of DPR bareng Eyes Magazine. Rasanya seperti trailer sinematik yang memperlihatkan dunia DPR, mulai dari pemikiran, karakter, sampai visi artistik mereka.
Nggak cuma untuk timnya sendiri, Ian juga menyutradarai MV artis lain. Beberapa yang cukup terkenal misalnya:
- Body milik Mino (2016)
- HOLUP! milik Bobby (2016)
- Wake Me Up milik Taeyang (2017)
Namun, kalau bicara soal karya yang paling personal dan paling Ian banget, mungkin jawabannya ada di proyek album debut solonya tahun 2021. Di situ, ia nggak cuma jadi director, tapi juga jadi pusat cerita dari dunia yang ia bangun sendiri.
Dari situlah kita bisa lihat, semua fase hidupnya, dari dancer, idol, sampai director. Ini sebenarnya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk DPR Ian yang sekarang.
Itulah profil lengkap DPR Ian, salah musisi populer R&B dan alternative pop dari Korea. Kira-kira, kamu kenal musisi ini lewat lagu apa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Moin Net