INDOZONE.ID - Kalau kamu lagi cari drakor yang kena di hati, We Are All Trying Here bisa jadi pilihan pas. Di dua episode awalnya aja, drakor slice of life ini udah realistis banget.
Lewat karakter-karakter yang terasa manusiawi, ceritanya mengajak kita melihat sisi lain dari kehidupan. Bukan drama dengan latar serba mewah, tapi justru di situ kekuatannya.
Nggak heran, kalau banyak penonton langsung merasa relate. Karena ceritanya kayak potongan kehidupan sehari-hari yang mungkin pernah kita alami.
Jadi, sebenarnya sekuat apa We Are All Trying Here di dua episode awalnya? Yuk, kita bahas review lengkapnya!
Alur Cerita We Are All Trying Here Episode 1-2
Dibuka dengan Awal yang Agak Berat
Drakor slice of life ini langsung terasa agak berat dari awal. Ceritanya langsung masuk di suasana tegang, dengan produser yang begadang dan kelihatan stres banget. Dari situ, vibes cemasnya langsung terasa.
Park Gyeong Se, sutradara yang udah punya nama di industri, ternyata tetap nggak pede sama film barunya. Apalagi tiap nama Hwang Dong Man muncul, rasa minder itu makin kelihatan.
Lalu ada adegan makan malam yang harusnya santai, tapi malah jadi awkward gara-gara Dong Man. Ia terlalu dominan sampai suasananya berubah kayak itu acaranya sendiri.
Nggak heran, kalau Gyeong Se makin kepikiran, apalagi setelah dengar gosip kalau filmnya bisa aja gagal.
Baca juga: Sinopsis We’re All Trying Here, Drakor Slice of Life Koo Kyo Hwan dan Go Youn Jung
Perjuangan Berat Calon Sutradara
Sementara itu, penonton juga dilihatkan gimana hidup Dong Man. Ia adalah calon sutradara yang belum juga debut, tapi selalu mengkritik karya orang lain.
Hidupnya cukup kacau, mulai dari dikejar hutang, harus menghindar dari pemilik kontrakan, tapi tetap mengejar mimpi jadi sutradara.
Ia juga mengajar calon penulis, yang bayarannya bahkan nggak cukup buat hidup. Akan tetapi, ia percaya kalau penderitaan bisa bikin tulisan lebih bagus. Meski kenyataannya, ia sendiri mulai kewalahan.
Selama bertahun-tahun, naskahnya yang berjudul Weather Maker belum juga debut jadi film. Ini jadi makin bikin konflik hidupnya makin rumit.
Baca juga: Koo Kyo Hwan dan Go Youn Jung Resmi Gabung Drakor Slice of Life dari Penulis 'My Mister'
Produser Tajam yang Sering Mimisan
Ada juga Byeon Eun Ah, produser yang terkenal tajam dan blak-blakan me-review sebuah naskah. Setiap naskah yang akan debut jadi film harus lolos dari ulasannya.
Sampai akhirnya, Eun Ah melihat potensi di naskah Dong Man, walaupun belum sempurna. Ia akhirnya juga menyebutkan kelemahan naskah Weather Maker di depan Dong Man langsung.
Bukan cuma Dong Man yang merasa sedih, tapi Eun Ah juga merasa nggak enak. Gadis ini seolah bisa merasakan keputusasaan dari hidup Dong Man.
Di sisi lain, Eun Ah juga ternyata lagi nggak baik-baik aja. Di kantor ia kena kritik, digosipin, bahkan dianggap udah nggak setajam dulu.
Pas ke dokter, kelihatan kalau stres yang ia rasakan udah sampai berdampak ke fisik.
Review Episode 1-2
We Are All Trying Here, drakor slice of life terbaru April 2026 (My Drama List)
Cerita Realitis dan Dialog Ngena
Dua episode awal ini terasa cukup nempel. Episode pertama emosinya naik turun, karena bisa tiba-tiba lucu, terus langsung berubah jadi jujur dan menyentuh.
Kita bisa ketawa lihat tingkah aneh Dong Man, tapi di saat yang sama juga ikut merasakan kesepiannya. Perpaduannya dapet banget dan nggak terasa dipaksakan.
Buat yang suka karya Park Hae Young, pasti langsung kerasa ciri khasnya. Sebelumnya, penulis ini sukses dengan drama seperti My Mister dan My Liberation Notes.
Ketiga drama ini punya beberapa kesamaan. Dialognya sederhana, nggak lebay, tapi dalem banget. Kayak lagi ngobrol biasa, tapi kena ke hati.
Akting Solid dari Para Pemain
Dari sisi akting, semuanya solid. Koo Kyo Hwan berhasil banget menunjukkan karakter Dong Man yang berantakan. Di sisi lain, karakternya juga bisa bikin penonton merasa simpati.
Sementara Go Youn Jung yang biasanya ceria dan penuh energi, di sini tampil lebih kalem. Namun, justru itu yang bikin karakternya terasa kuat.
Chemistry mereka juga enak dilihat. Walaupun belum ada kisah cinta yang jelas, tapi koneksi emosionalnya kerasa pelan-pelan kebangun.
Agak Berat, Tapi Menarik Diikuti
Di menit awal-awal episode satu plotnya terasa agak lambat. Mungkin karena ini buat membangun cerita dan karakternya.
Akan tetapi, saat penonton melihat cerita dari sudut pandang Dong Man dan Eun Ah, semuanya terasa beda. Ada rasa sepi, sedih, sekaligus keputusasaan jadi satu.
Mereka kayak dua orang yang lagi sama-sama stuck dalam karier, ingin sukses, dan bersinar sesuai passion-nya. Interaksi mereka terasa natural dan nggak berlebihan.
Meski baru dua episode tayang, We are All Trying Here memberi kisah realistis. Bukan soal cinta ala dongeng, justru lebih dalam soal hidup dan orang-orang yang merasa tertinggal.
Itulah review We are All Trying Here episode 1-2. Buat yang penasaran, kamu juga bisa nonton drakor ini di Netflix, guys!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond