Selasa, 05 MEI 2026 • 11:30 WIB

Profil Laurence n.SSign dan Kontroversi yang Picu Kemarahan Netizen Indonesia

Author

Profil Laurence n.SSign (Kiri) dan Kontroversi yang Picu Kemarahan Netizen Indonesia (Instagram.com)

INDOZONE.ID - Nama Laurence n.SSign tengah menjadi sorotan usai terseret kontroversi yang memicu kemarahan netizen Indonesia.

Idol muda tersebut ramai diperbincangkan setelah unggahannya di platform komunitas penggemar, Weverse, dinilai bernada merendahkan dan memicu tudingan rasisme.

Pernyataannya bahkan menyeret nama idol asal Indonesia, Carmen Hearts2Hearts, yang kini aktif di industri K-Pop, sehingga berdampak langsung pada citra dirinya maupun grup n.SSign.

Baca juga: Member 2NE1 Foto Bertiga, Absennya Park Bom Jadi Sorotan

Profil Laurence n.SSign

Laurence merupakan idol Taiwan-Korea yang berada di bawah naungan n.CH Entertainment dan saat ini menjadi salah satu anggota boy group n.SSign.

Melansir laman Kpop Fandom, (5/05/2026) Laurence lahir pada 7 November 2003 dan mulai dikenal publik setelah mengikuti program survival Stars Awakening pada 2022.

Meski langkahnya di ajang tersebut terhenti pada episode ke-11, perjalanan Laurence di industri hiburan tidak berhenti.

Pada Juli 2023, n.CH Entertainment mengumumkan reorganisasi n.SSign sebagai boy group permanen dengan tambahan anggota baru.

Tak lama kemudian, Laurence diperkenalkan sebagai salah satu member baru grup tersebut melalui perilisan foto konsep resminya.

Baca juga: Jaehyun NCT Resmi Rampungkan Wajib Militer, Disambut Haru oleh Jungwoo

Unggahan di Weverse yang Picu Kontroversi

Kontroversi bermula saat Laurence menulis pesan di Weverse yang kemudian ramai dibahas di media sosial.

Dalam unggahan itu, ia mengaku tertawa saat melihat daftar “Idol Wanita Terbaik dari Indonesia” dan mempertanyakan seberapa banyak orang Indonesia yang berkarier di industri hiburan Korea.

Pernyataan Laurence dinilai menyudutkan dan dianggap sebagai komentar yang tidak sensitif. Banyak netizen menilai ucapannya mengarah pada Carmen, idol asal Indonesia yang saat ini aktif melakukan promosi di industri K-Pop.

Baca juga: Nonton Streaming Drakor Phantom Lawyer Grats Seacara Legal di Platform Ini

Respons publik pun cepat membesar. Netizen Indonesia menilai komentar tersebut bukan sekadar candaan, melainkan bentuk sikap meremehkan talenta berdasarkan asal negara.

Di tengah industri K-Pop yang kini semakin global, ucapan seperti itu dianggap bertentangan dengan semangat inklusivitas yang selama ini digaungkan.

Permintaan Maaf dan Dampaknya ke Reputasi Grup

Setelah gelombang kritik meluas, Laurence akhirnya merilis permintaan maaf dalam beberapa bahasa melalui akun resmi grup. Ia menegaskan tidak memiliki niat menyerang artis lain, penggemar, maupun negara tertentu.

Akan tetapi, dalam dunia K-Pop, jejak digital sering kali meninggalkan dampak panjang.

Meski klarifikasi sudah disampaikan, kontroversi ini ikut memengaruhi persepsi publik terhadap Laurence dan berpotensi memberi tekanan pada reputasi n.SSign secara keseluruhan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap pernyataan figur publik, terutama di era media sosial, bisa berkembang menjadi krisis citra yang besar ketika dinilai menyinggung identitas, keberagaman, dan perjuangan sesama artis di panggung global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kpop.fandom

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU