Kareem Abdul-Jabbar, seorang mantan pemain bola basket profesional NBA mengomentari insiden yang tidak terduga di Academy Awards ke-94, di mana Will Smith menampar Chris Rock.
Abdul-Jabbar menyebutkan bahwa tindakan Will Smith tersebut meledakkan kekerasan terhadap aktor kulit hitam dan menciptakan stereotip terhadap komunitas kulit hitam yang tak solid.
Ia juga mengutuk tindakan Smith, yang dia yakini membantu orang lain untuk dapat mencaci komunitas kulit hitam karena tindakan yang liberal.
"Ketika Will Smith naik ke panggung Oscar untuk memukul Chris Rock karena membuat lelucon tentang istrinya, dia melakukan lebih banyak kerusakan ketimbang wajah Rock," kata Abdul-Jabbar.
"Dengan satu pukulan keras, dia (seakan) menganjurkan kekerasan, merendahkan wanita, menghina industri hiburan, dan menciptakan kembali stereotip tentang komunitas kulit hitam," tambahnya.
Disisi lain, Abdul-Jabbar terus mengecam Will Smith karena gagal memenuhi tanggung jawabnya sebagai panutan bagi anak laki-laki kulit hitam.
Abdul-Jabbar berpendapat ini dibuktikan dengan tanggapan Jaden Smith terhadap tamparan itu, yang hanya men-tweet "Dan Begitulah Cara Kami Melakukannya," - yang dianggap mendukung tindakan ayahnya.
And That’s How We Do It
— Jaden (@jaden) March 28, 2022
Abdul-Jabbar terlahir dengan nama Lew Alcindor sebelum berganti nama ketika ia masuk Islam pada tahun 1971. Ia dikenal sebagai legenda NBA dan pencetak gol terbanyak liga sepanjang masa dengan 38.387 poin.
Sepanjang karirnya yang panjang, Abdul-Jabbar telah blak-blakan tentang berbagai masalah sosial, yaitu perlakuan tidak adil terhadap orang Afrika-Amerika di Amerika Serikat.
Dilansir Screen Rant, Rabu (30/3/2022), Abdul-Jabbar juga pernah memprotes Olimpiade Musim Panas 1968 untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah tersebut.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: