Senin, 15 AGUSTUS 2022 • 16:16 WIB

Klepto Bisa Diidap Orang Kaya Seperti di 'Softness of Body', Penyair yang Suka Ngutil

Author

Kisah seorang wanita penyair yang suka klepto di minimarket atau butik dalam 'Softness of Body'. (IMDB).

INDOZONE.ID - Kasus wanita bermobil mewah yang mengutil cokelat di Alfamart tengah menjadi sorotan publik. Netizen sepakat menyebutkan bila kemungkinan wanita itu mengidap klepto seperti yang disebutkan di literatur ataupun film.

Dikutip dari Mayoclinic, klepto adalah ketidakmampuan berulang untuk menahan dorongan mencuri barang-barang yang biasanya tidak terlalu dibutuhkan atau barang yang biasanya bernilai kecil, bahkan orangnya bisa saja orang kaya. 

Penggambaran sosok yang mengidap Klepto pernah juga digambarkan dalam sebuah film. Salah satunya sebuah film festival berjudul 'Softeness of Body' yang berkisah seorang kleptomania seperti wanita bernama Marina di Alfamart.

Baca juga: Kisah Winona Ryder: Kleptomania Buat Karir Filmnya Nyaris Hancur, Aktris Kok Nyolong?

Film ini berkisah tentang seorang penyair wanita Amerika bernama 'Charlotte Parks (Dasha Nekrasova) yang tinggal di Berlin yang datang kesana untuk memenangkan hadiah bergengsi dalam perlombaan puisi. 

Namun perjalanannya tak mulus lantaran urusan dengan mantannya, para rivalnya sesama penyair, serta penyakit klepto yang dimilikinya.

Meski hidupnya berkecukupan, ia suka mengutil jajanan di minimarket, atau mencuri baju-baju di butik. Metode pencuriannya menggunakan magnet untuk mengakali prize tag sekuritas. 

Film 'Softness of Body' sendiri digarap oleh sutrdara Joe Badly yang tayang 2018 silam. Film ini terpilih sebagai peserta di LA Film Festival di tahun tersebut.

Tentunya film ini menjadi pengetahuan baru tentang apa klepto. Meski belum ada diagnosa resmi atas wanita yang mencuri di Alfamart tersebut menderita penyakit mental tersebut, namun beberapa netizen sepakat menyebut wanita itu mengidap kleptomania.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU