Episode pertama dari series Marvel Studios terbaru, She-Hulk: Attorney at Law diakhiri dengan dialog antara Jennifer Walters dengan Bruce Banner.
Percakapan tersebut mengungkapkan bagaimana Steve Rogers alias Captain America (Chris Evans) dianggap sebagai superhero yang masih perjaka hingga dia meninggal dunia.
Jennifer Walters mengira kalau Captain America meninggal dunia tanpa sekalipun melakukan seksual karena terlalu mementingkan perdamaian di negaranya.
Lelucon itu pun dijawab oleh Bruce Banner yang berubah dalam mode Smart Hulk. Ia menjawab kalau Captain America sudah kehilangan keperjakaannya pada tahun 1940-an saat tur dunia.
Keperjakaannya itu hilang kepada seorang gadis. Pengungkapan tersebut membuat reaksi Jennifer yang kecewa dan series pun berakhir.
Baca juga: Benda Budaya Bersejarah Tek Sing Kembali ke Indonesia setelah Sempat akan Dijual Online
Di sisi lain, Chris Evans melalui akun Twitter-nya mengomentari episode perdana dari She-Hulk. Di mana perannya justru dianggap terlalu kharismatik tanpa memperdulikan hasrat duniawi.
Melihat reaksi tersebut, Mark Ruffalo pun membalas komentar Chris Evans dengan meminta maaf. Hal itu dianggap sebagai tekanan ekstrim di series yang dibintanginya.
????????????????#SheHulk
— Chris Evans (@ChrisEvans) August 18, 2022
Sorry bro. It was under extreme duress.
— Mark Ruffalo (@MarkRuffalo) August 18, 2022
"Maaf bro. Itu di bawah tekanan ekstrim," balas Mark Ruffalo.
She-Hulk: Attorney at Law menceritakan tentang Jennifer Walters, sosok pengacara sekaligus sepupu dari Bruce Banner yang kemudian memiliki kekuatan superhero atau She-Hulk.
Series ini akan menjadi pembuka bagi petualangan She-Hulk bersama Hulk. Termasuk karakter antagonis, Titania dan Abomination yang dikonfirmasi akan hadir di series tersebut.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: