Kamis, 02 MARET 2023 • 14:42 WIB

Review "Creed 3", Debut Sutradara Michael B. Jorda, Lebih Emosional dari Film Sebelumnya

Author

Adegan di film

Film Creed III ini menampilkan kisah baru dari seorang petinju kelas berat, Adonis Creed tanpa adanya karakter Rocky Balboa yang diperankan oleh Sylvester Stallone pada film sebelumnya.

Spin-off terbaru dari waralaba Rocky, “Creed III” ini dibintangi oleh Michael B. Jordan, Tessa Thompson, dan Jonathan Majors.

Film yang menjadi debut Michael B. Jordan sebagai sutradara ini berfokus pada cerita Adonis Creed pasca dirinya memutuskan pensiun dari arena tinju, namun harus menghadapi masa lalu kelam yang berdampak pada diri dan keluarganya.

Meski peran sutradara bukanlah hal yang mudah, melihat dua film sebelumnya digarap oleh filmmaker Ryan Coogler dan Steven Caple Jr. Michael B. Jordan berhasil membawa visual petarung yang fresh ke layar lebar.

Sinopsis Creed III

Creed III (Warner Bros. Pictures - Creed III)

“Creed III” adalah film kesembilan dari franchise Rocky yang sudah lebih dulu dibuat sejak 47 tahun silam. Ceritanya lebih berfokus pada kehidupan Adonis Creed pasca dirinya memutuskan untuk pensiun sebagai atlet tinju yang membawanya pada kejayaan sebagai petinju legendaris kelas berat dunia.

Kalau di film sebelumnya, Adonis Creed (Michael B. Jordan) harus bertarung melawan anak petinju asal Rusia, Ivan Drago, yang membunuh ayahnya pada laga pertarungan tahun 1985. Kini, ia harus menghadapi masa lalunya yang kelam dan bertarung dengan teman masa kecilnya, Damian “Dame” Anderson (Jonathan Majors).

Saat remaja, Adonis Creed berteman dengan Damian Anderson yang merupakan seorang petinju muda berbakat. Suatu malam usai memenangkan pertandingan, Creed dan Damian terlibat sebuah perkelahian dengan seorang yang mereka kenal. Namun Dame yang saat itu menodongkan pistol, berhasil ditangkap dan dipenjara selama 18 tahun atas kepemilikan senjata api.

Creed III (Warner Bros. Pictures - Creed III)

Sejak itu, cita-citanya menjadi seorang petinju profesional pun gagal karena harus menghabiskan waktu dalam sel. Sebaliknya, Creed yang lolos dari tangkapan polisi waktu itu, berhasil menjadi seorang petinju juara dunia kelas berat. Usai pensiun, ia melatih generasi baru, Felix Chavez (Jose Benavidez) sebagai juara dunia baru kelas berat. Sementara istrinya, Bianca (Tessa Thompson) mulai beralih dari seorang penyanyi menjadi sutradara musik dan menerbitkan sederet penyanyi muda berbakat.

Kehidupan Creed dan keluarga kecilnya sangat sempurna, tapi tiba-tiba berubah setelah lepasnya Dame dari penjara. Ia mendatangi Creed dan meminta bantuannya untuk mewujudkan ambisinya sebagai petinju dunia.

Meski awalnya Creed menolak permintaan Dame karena umurnya yang tidak lagi muda, namun ia akhirnya membuka peluang untuk Dame memasuki arena tinju karena perasaan bersalah terhadap masa lalunya.

Karena sebuah kecelakaan, Felix yang saat itu harusnya bertanding melawan Viktor Drago (Florian Munteanu) terpaksa digantikan oleh Dame. Usaha balas dendam Dame pun semakin mendekatkannya pada gelar juara dunia baru menggantikan sang legenda, Adonis Creed. Di saat bersamaan, Dame menantang Creed untuk kembali ke arena tinju dan bertanding melawannya merebutkan gelar juara dunia.

Menampilkan sisi emosional yang lebih dalam dibanding film sebelumnya

Creed III (Warner Bros. Pictures - Creed III)

Film “Creed III” dibuka dengan cerita masa lalu Adonis Creed dan sahabatnya, Damian “Dame” Anderson yang cukup menarik perhatian. Cerita mengenai kenakalan remaja yang berakibat pada masa depan mereka masing-masing.

Meski beberapa alurnya memaksa penonton untuk kembali mengingat masa lalu kelam yang berusaha dilupakan oleh Creed, namun sisi ini cukup memberikan emosional yang penuh haru bagi penonton.

Ryan Coogler yang sebelumnya terlibat sebagai penulis dan sutradara pada film pertama, kini kembali menulis untuk film ketiganya dan berhasil mengacak emosi penonton. Menggambarkan tentang seorang atlet tinju yang sudah gantung sarung tinju namun dipaksa untuk kembali ke atas ring dan bertarung melawan temannya sendiri.

Creed III (Warner Bros. Pictures - Creed III)

Meski formula cerita ini juga ditampilkan dalam film Rocky V (1990), tapi semua karakter pendukung berhasil mendalami narasi sehingga membantu penonton memahami sisi lain dari seorang Adonis Creed saat berjuang dari masa lalunya yang buruk dan kecintaannya pada keluarga kecilnya.

Debut Michael B. Jordan sebagai sutradara di sini patut diacungi jempol. Meski adegan sengit di atas ring tidak sebanyak dari film-film sebelumnya, tapi mampu menampilkan visual yang relate dengan generasi sekarang dan membawa ambience pertandingan tinju yang penuh energi ke mata penonton. Rasa gregetan, gugup, dan cemas pun turut dirasakan penonton.

Belum lagi akting Jonathan Majors sebagai villain baru yang berperan penting bagi kedalaman cerita “Creed III”. Kekuatannya pada karakter Dame mampu menampilkan sisi sedih, terluka, kecewa, dan marah yang ditahan selama 18 tahun. Karakternya yang terlihat ‘lusuh’ dan berbanding terbalik dengan Creed berhasil ia tampilkan lewat sosok Dame. Hal ini yang membuat konflik film ini terasa lebih intim dan mendalam serta memberikan plot yang menarik.

Sementara itu, akting Tessa Thompson sebagai istri Adonis Creed masih tetap memukau dengan chemistry manis keduanya yang terasa hangat. Namun, sepertinya penonton harus mengakui kehebatan akting Amara (Mila Davis-Kent) yang merupakan anak dari Adonis Creed dan Bianca yang berhasil mencuri perhatian berkat kualitas aktingnya. Karakternya yang banyak menggunakan sign language ditambah ketertarikannya pada dunia tinju, berhasil menampilkan kedekatan antara ayah dan anak.

Absennya Sylvester Stallone menandai kisah baru Adonis Creed tanpa ‘Rocky’

Creed III (Warner Bros. Pictures - Creed III)

Seperti yang sudah diketahui, film ini untuk pertama kalinya tidak menampilkan sosok Sylvester Stallone sebagai Rocky. Hal ini sekaligus menandai perjalanan karir seorang petinju, Adonis Creed tanpa bayang-bayang sang ayah, Apollo Creed dan Rocky Balboa.

Memang sedikit aneh jika peran Rocky tidak ditampilkan sama sekali di film ini, mengingat “Creed III” adalah bagian dari franchise Rocky Balboa. Namun, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa “Creed II” adalah film terakhir Sylvester Stallone dan akan dilanjutkan oleh Michael B. Jordan. Meski begitu film ini mempunyai kisah dan visual yang fresh saat seorang Adonis Creed berhasil menemukan karakter dirinya sendiri.

Film ketiga Creed ini juga menonjolkan sisi lain Adonis Creed yang hangat sebagai seorang suami sekaligus ayah dari keluarga kecilnya. Bagaimana ia dan Bianca (Tessa Thompson) sebagai orang tua membesarkan anaknya yang seorang tunarungu serta kedekatan dan harmonisasi dalam sebuah keluarga yang penuh kehangatan. Termasuk kisah masa lalu kelam yang membawa dampak bagi ia dan keluarganya di masa kini.

“Creed III” sudah mulai tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu, 1 Maret 2023.

Film ini mempunyai jalan cerita yang benar-benar baru, meski sebagian pemainnya adalah pemain lawas dari film sebelumnya sehingga enggak terlalu jumping jika belum menonton “Creed” dan “Creed II”.

Artikel Menarik Lainnya:

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU