Sejarah Anime Jepang: Dari Sketsa Tangan hingga Mendunia, Disukai Anak-anak Sampai Orang Dewasa
INDOZONE.ID - Anime telah berkembang menjadi salah satu elemen budaya populer Jepang yang paling dikenal dan berpengaruh di dunia.
Di Jepang sendiri, anime merujuk pada semua jenis film animasi tanpa mengindahkan dari negara mana animasi tersebut berasal.
Mengutip Budianto, F. (2015). Tinjauan Buku Anime, Cool Japan, dan Globalisasi Budaya Populer Jepang. Jurnal Kajian Wilayah, di luar Jepang, kata anime lebih sering diasosiasikan secara spesifik dengan 'animasi Jepang'.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Netflix Paling Populer di Indonesia Saat Ini: Gak Bingung Nonton Apa Lagi!
Awal Mula Anime
Perkembangan anime dimulai pada awal abad ke-20, ketika Jepang pertama kali mempelajari teknik animasi dari Barat seperti karya Walt Disney dan masih berupa film pendek sederhana.
Animasi yang pertama di Jepang adalah karya Jun'ichi Kouchi yang berjudul Namakura Gatana dan karya Oten Shimokawa yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki, yang keduanya dirilis pada tahun 1917.
Baca Juga: Sinopsis Serial Korea Terbaru 'The Trunk' yang Dibintangi Gong Yoo dan Seo Hyun-jin
Animasi-animasi ini dibuat dengan teknik manual menggunakan gambar tangan, tinta, dan kertas yang mencerminkan keterbatasan teknologi pada saat itu.
Atas karyanya tersebut, hingga saat ini keduanya disebut sebagai bapak anime.
Setelah Perang Dunia II, anime mulai menemukan identitasnya sendiri melalui karya-karya kreator legendaris seperti Osamu Tezuka dengan karyanya, Astro Boy (Tetsuwan Atom) pada tahun 1963.
Karya itu kemudian menjadi titik awal anime menjadi media hiburan massal dan didistribusikan melalui televisi.
Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, genre anime mulai berkembang pesat seperti mecha, fantasi, dan romansa yang didukung oleh studio-studio besar seperti Toei Animation dan Sunrise.
Tembus Internasional
Ketika memasuki era globalisasi pada tahun 1990-an, anime mulai menembus pasar internasional.
Film Spirited Away (2001) karya Hayao Miyazaki berhasil memenangkan penghargaan Oscar dan membawa popularitas anime ke tingkat yang lebih tinggi sebagai karya seni di tingkat internasional.
Pada era digital saat ini, perkembangan internet dan platform streaming seperti Netflix dan Crunchyroll menjadikan anime semakin mudah diakses oleh masyarakat di seluruh dunia.
Selain didukung oleh perkembangan teknologi, adanya komunitas penggemar anime seperti Anime Expo di Amerika Serikat dan Comiket di Jepang yang aktif mempromosikan budaya anime di seluruh dunia juga menjadi faktor pendukung popularitas anime.
Anime tidak hanya disukai oleh anak-anak, tetapi juga berhasil menarik perhatian penonton dewasa karena ceritanya yang lebih kompleks dan visualnya yang menarik dan inovatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal