INDOZONE.ID - Adhitya Mulya selaku penulis novel populer Si Paling Aktor mengungkapkan, bahwa beberapa novelnya telah diadaptasi menjadi karya lain. Biasanya, proses tersebut tidak terlalu menantang karena mayoritas adaptasi yang dilakukan adalah dari genre drama komedi ke drama komedi.
"Jadi gini, kalau saya, memang benar beberapa dari novel saya sudah dialih wahanakan. Selama ini tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi karena dari drama komedi ke drama komedi," ujar Adhitya Mulya saat jumpa pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).
Namun, pengalaman kali ini menurut Adhitya sangat berbeda. Sebab, melibatkan genre drama komedi action, yang baru pertama kali ia garap.
Baca juga: Bermain di FIlm Komedi 'Si Paling Aktor', Beby Tsabina Totalitas Dalami Peran Cewek Nyablak
"Inilah pertama kalinya dalam karir saya, saya ada action juga, jadi drama komedi action. Dan itu jadinya susah banget karena kita harus bareng-bareng menulisnya, koreografi fight-nya juga harus jelas," sambungnya.
Ia menyebutkan proses penulisan skenario untuk proyek ini sangat sulit, terutama karena memerlukan kerja sama dalam penulisan dan perencanaan koreografi aksi yang jelas.
"Jadi menurut saya tantangan menulis skenario-nya paling tinggi, dari pengalaman saya mengalihwahanakan, ini yang paling tinggi, karena ini syuting yang pertama kalinya action komedi." ujar Adhitya.
Lebih lanjut, Adhitya menambahkan, tantangan dalam menulis skenario untuk adaptasi dari novel ke film ini, adalah yang paling tinggi dibandingkan sebelumnya. Sebab, Si Paling Aktor adalah proyek pertama yang memadukan aksi dan komedi dalam proses syuting.
Tak hanya itu, tulisan yang lahir dari khayalan Adhitya sendiri ini rupanya membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 bulan untuk bisa menyelesaikan dan akhirnya menjadi sebuah novel.
Baca juga: Film Komedi 'Si Paling Aktor' Adaptasi Novel Kisahkan Kehidupan Figuran di Industri Film
"Saya nulis novel Si Paling Aktor itu dari bulan November 2024 ke April 2025," kata Adhitya.
Film Si Paling Aktor diharapkan bisa menghibur para penonton nantinya. Penulis naskah menyebutkan, ada beberapa pesan mendalam dari film tersebut.
"Yang paling utama sih semoga menghibur, dan semoga mendapatkan sesuatu yang baik dari film ini. Karena ada pesan-pesannya, tapi gue ngga akan spill, biar nanti penonton saja yang melihat langsung saat filmnya tayang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung