INDOZONE.ID - Setelah berulang kali memainkan berbagai peran di beberapa film garapan Joko Anwar, kali ini aktor Endi Arfian mendapatkan peran baru di film terbarunya 'Ghost in the Cell'. Dalam film tersebut, i berperan sebagai DImas, seorang jurnalis yang dipenjara.
Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional di ketika world premiere di Berlin International Film Festival 2026, film terbaru persembahan Come and See Pictures, Ghost in the Cell merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi.
Endi pun ikutan berangkat ke Berlin, Jerman dan merasakan pengalamannya melihat banyak penonton asli negeri tersebut menikmati perannya dalam film tersebut.
Hal itu ia ungkapkan bersama cast lain dari film 'Ghost in the Cell' yang juga hadir dalam penayangan trailer resminya di kawasan Jakarta Selatan, pada Senin (23/2/2026) lalu.
Selain menceritakan pengalamannya pergi ke Jerman, ia juga menceritakan tentang perannya sebagai wartawan di hadapan rekan wartawan yang hadir.
'Dimas ini adalah gambaran nyata, tentang resiko para jurnalis di Indonesia yang sampai saat ini masih dirasakan. Kalau aku memposisikan diri aku sebagai Dimas, dia itu menjalankan tugas dan fungsi pers, yaitu membuat riset dan meberikan informasi, berita dan menyampaikan fakta kepada publik," kata Endi.
"Nah, ini sangat relate sama apa yang terjadi di saat ini.. Khan kebebasan pers sampai saat ini masih dipertanyakan, ada intimidasi, ada kriminalisasi, ada tekanan," katanya.
Para cast dan produser film Ghot in the Cell (Handout)Selain Endi, film kedua belas Joko Anwar ini juga diperankan oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.
Film ini menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.
Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan cerita di film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.
Baca juga: Joko Anwar Raih Pengakuan Internasional dari Pemerintah Prancis
“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar penulis dan sutradara Joko Anwar.
“Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri,” tambah Joko.
Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan