Kursi Bioskop Warna Merah (Freepik)
INDOZONE.ID - Kenapa kursi bioskop warna merah? Pertanyaan ini kerap muncul di benak kita. Pasalnya, hampir semua kursi bioskop, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, didominasi warna merah.
Ternyata, pemilihan warna ini bukan sekadar estetika, melainkan memiliki alasan ilmiah, historis, hingga psikologis.
Baca juga: Kenapa Harga Popcorn Bioskop Mahal? Simak Daftar Harganya dan Trik Supaya Gak Boros
Mengutip The Stage Craft, Rabu (01/04/2026) penggunaan warna merah pada kursi bioskop berawal dari tradisi teater dan opera di Eropa pada abad ke-19. Pada masa itu, warna merah identik dengan kemewahan, kekuasaan, dan prestise.
Interior gedung teater sering dihiasi tirai beludru merah, karpet mewah, hingga kursi berlapis kain merah. Konsep ini kemudian diadopsi oleh bioskop modern untuk menghadirkan suasana elegan dan eksklusif.
Tidak heran jika hingga kini, warna merah masih menjadi simbol pengalaman menonton yang “istimewa”.
Secara ilmiah, pemilihan warna merah berkaitan dengan cara kerja mata manusia, yang dikenal sebagai Efek Purkinje.
Baca juga: Kenapa Tidak Boleh Bawa Makanan dari Luar ke Bioskop? Ini 5 Alasan yang Perlu Kamu Ketahui
Dalam kondisi minim cahaya, seperti di dalam bioskop saat film diputar, mata manusia lebih sensitif terhadap warna biru dan hijau.
Sebaliknya, warna merah justru menjadi yang paling cepat “menghilang” dari penglihatan.
Artinya, kursi merah tidak akan memantulkan cahaya atau mengganggu fokus penonton ke layar. Inilah alasan utama mengapa pengalaman menonton tetap nyaman dan fokus, tanpa distraksi visual dari sekitar.
Selain faktor ilmiah, warna merah juga memiliki dampak psikologis yang kuat. Warna ini sering dikaitkan dengan energi, gairah, dan antusiasme.
Dalam konteks bioskop, kursi merah membantu membangun suasana emosional sebelum film dimulai.
Baca juga: Sinopsis 'The Ultimate Duo', Film Komedi Korea Terbaru 2026 yang Seru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Stage Crafts