Ilustrasi membuat premis untuk film da penjelasannya (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Menyusun premis film yang kuat bukan sekadar merangkum cerita, melainkan merancang pintu masuk yang langsung menarik perhatian. Buat kamu yang mau nulis novel fiksi atau membuat film, premis adalah dasar ceritanya di awal yang perlu dipelajari.
Dari sinilah penonton memutuskan apakah sebuah cerita layak diikuti atau tidak. Karena itu, premis harus terasa hidup, jelas, dan memancing rasa ingin tahu sejak kalimat pertama.
Premis adalah gambaran inti dari sebuah cerita yang merangkum siapa tokohnya, apa yang ingin dicapai, konflik yang dihadapi, dan apa yang dipertaruhkan. Ia biasanya ditulis singkat, tetapi mampu menjelaskan arah cerita secara jelas.
Sederhananya, premis adalah “ide utama” yang menjadi dasar sebuah film, novel, atau cerita sebelum dikembangkan menjadi alur lengkap.
Baca juga: Film 'Sleeping Dogs' Kembali Digarap, Simu Liu Pastikan Naskah Versi Pertama Sudah Rampung
Berikut ini ada dua contoh dari dua film terkenal.
Seorang anak yatim piatu menemukan bahwa ia adalah penyihir dan masuk ke sekolah sihir, namun harus menghadapi kekuatan gelap yang diam-diam berusaha kembali berkuasa.
Ilustrasi premis film terkenal (IMDB)
Seorang remaja dengan kekuatan laba-laba berusaha membuktikan dirinya sebagai pahlawan sejati, tetapi harus menghadapi penjahat berbahaya tanpa bergantung pada mentornya
Berikut ini adalah beberapa contoh premis dari berbagai pilihan genre yang mungkin bisa jadi contoh untuk belajar.
Baca juga: Review K-Pop Demon Hunters, Perkawinan Genre Tak Terduga yang Melampaui Premis Idol Pembasmi Iblis
Seorang jurnalis investigasi menemukan pola pembunuhan berantai yang menyerupai kasus 1970-an, namun saat ia semakin dekat pada pelaku, ia menyadari bahwa dirinya sendiri sedang dijadikan target berikutnya.
Di masa depan di mana ingatan bisa diperjualbelikan, seorang teknisi menemukan memori ilegal yang mengungkap konspirasi besar—dan kini semua orang yang mengetahui rahasia itu mulai “menghilang”.
Seorang keluarga pindah ke rumah tua di pedesaan, hanya untuk menemukan bahwa setiap malam, rumah itu “mengulang” tragedi pembunuhan masa lalu—dan perlahan menempatkan mereka sebagai korban berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Filmmakingstuff