Maudy Ayunda berperan di film 'Para Perasuk'. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Pasca berkelana di panggung festival film internasional, Para Perasuk akhirnya resmi menyapa penikmat sinema di tanah air.
Karya terbaru Wregas Bhanuteja ini sangat dinantikan, terutama karena kehadiran jajaran aktor papan atas seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, hingga Anggun C. Sasmi.
Dalam acara pemutaran perdana bagi media di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026), kesan unik begitu mendominasi seluruh film.
Wregas berhasil mengonstruksi semesta baru yang membedah perspektif para pelamun saat kesadaran mereka bertransisi ke alam sambetan.
Penting untuk dicatat bahwa film ini bukanlah sajian horor mistis; fenomena kerasukan di sini justru digambarkan sebagai pengalaman yang membawa kebahagiaan bagi subjeknya.
Baca juga: Cerita Angga Yunanda Jalani Adegan Sulit di 'Para Perasuk': Aku Sampai Sesak Napas
Sambutan meriah yang menutup sesi press screening seolah menjadi bukti bahwa film panjang ketiga Wregas ini berhasil meninggalkan impresi yang kuat.
Lantas, seperti apa film Para Perasuk? Simak sinopsis dan review filmnya di bawah ini!
Film ini berfokus pada sebuah desa kecil di pinggiran kota bernama Desa Latas, yang memiliki sebuah tradisi turun temurun yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan dan hiburan masyarakat, yakni pesta sambetan (kerasukan).
Di pesta tersebut para warga nantinya akan mengalami kerasukan 20 roh binatang yang berbeda. Sambaten sendiri merupakan pesta yang membuat para warga dapat merasakan apa yang tidak dapat dirasakan di dunia nyata.
Kisah ini berpusat pada ambisi Bayu untuk menyandang gelar Perasuk, sebuah obsesi yang menyeretnya ke dalam persaingan sengit sebuah sayembara.
Namun, kedamaian desa mereka terancam runtuh saat mata air keramat, jantung spiritual dan urat nadi warga, menjadi incaran perusahaan besar yang berniat menyulapnya menjadi hotel mewah.
Bayu pun bertekad untuk jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu.
Akan tetapi, di tengah perjalanannya, Bayu sadar jika ambisi saja tidak cukup untuk menjadikannya Perasuk sejati, apalagi untuk menyelamatkan desa yang ia cintai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis