Film keluarga 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'. (Instagram/@takkankubiarkankaumenangis)
INDOZONE.ID - Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi sineas muda sekaligus pendiri Langit Pictures, Ferly Halim, atas kehadiran film keluarga berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis.
Dalam keterangannya, Ferly Halim menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku industri film, terutama rumah produksi independen, dalam mempertahankan kualitas karya di tengah persaingan yang terus meningkat.
Bagi Ferly, film bukan hanya media hiburan, melainkan sarana edukasi yang mampu menyampaikan pesan secara emosional dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, ia mengangkat persoalan hubungan orang tua dan anak, terutama antara generasi milenial sebagai orang tua dan generasi Z sebagai anak.
Baca juga: Perkembangan Perfilman Nasional Masuki Babak Baru Lewat Dukungan Teknologi Digital
Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama seorang anak belajar tentang kehidupan. Nilai-nilai, karakter, hingga cita-cita besar seseorang berawal dari rumah.
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya dan Ferly Halim. (Istimewa)
"Kadang kita lebih mudah menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain dibandingkan kepada keluarga sendiri. Padahal rumah adalah tempat pertama lahirnya mimpi, harapan, dan masa depan seorang anak,” ungkap Ferly Halim di Gedung Kemenekraf RI, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026).
Film tersebut dihadirkan sebagai refleksi mengenai pentingnya komunikasi di dalam keluarga. Melalui cerita yang diangkat, Ferly berharap masyarakat dapat kembali menyadari pentingnya hubungan yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai perjalanan Ferly Halim mencerminkan semangat dan komitmen yang kuat dalam industri perfilman.
Keberhasilannya mengelola rumah produksi sendiri di tengah berbagai tantangan, termasuk persoalan distribusi dan akses layar, dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang secara nasional pada 16 Juli 2026 di layar lebar bioskop.
Selain itu, penguatan ekosistem perfilman nasional juga terus didorong, termasuk upaya memperluas jumlah layar bioskop di berbagai daerah sehingga akses masyarakat terhadap film Indonesia dapat semakin terbuka.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyampaikan bahwa film yang membawa nilai edukasi dan sosial perlu memperoleh ruang distribusi yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers