Ulasan film Children of Heaven (MD Pictures)
INDOZONE.ID - Film salah satu nominasi Academy Awards, 'Children of Heaven' asal Iran yang dirilis 1997 silam akhirnya dirilis dalam versi Indonesia. Lewat tangan dingin Manoj Punjabi dari MD Pictures dan Hanung Bramantyo di kursi sutradara, film tersebut mendapatkan sentuhan yang cemerlang.
Film Children of Heaven versi Indonesia juga diramaikan beberapa pemeran baru. Salah satu yang mencolok adalah pemeran anak-anak dalam film ini, yaitu Jared Ali dan Humaira Jahra.
Selain kedua anak tersebut, beberapa nama aktor lain juga turut berpatisipasi. Salah satunya adalah Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Oki Rengga, Muhadkly Acho, Reza Nangin, Benedictus, Dodit Mulyanto, Lolox, Varen Arianda, Astagina Jyoti.
Kebetulan, Indozone mendapatkan kesempatan untuk menonton filmnya terlebih dahulu di studio milik MD Entertainment beberapa waktu lalu.
Di pinggiran Semarang, Ali (13) dan adiknya Zahra (9) hidup dalam keterbatasan bersama orang tua mereka, Karim dan Fatimah. Suatu hari, sepatu satu-satunya milik Zahra hilang setelah Ali tanpa sengaja meninggalkannya di toko sembako.
Baca juga: 8 Film Bioskop Tayang Mei 2026: Dari 'Fuze' hingga 'Children of Heaven'
Karena takut dimarahi orang tua, Ali dan Zahra sepakat untuk bergantian memakai sepatu milik Ali yang sudah lusuh: Zahra memakainya pagi untuk sekolah, lalu Ali memakainya siang.
Children of Heaven (INDOZONE/M Fadli)
Sejak itu, keseharian mereka dipenuhi rasa malu, panik, dan usaha menutupi rahasia kecil itu.
Suatu hari, Zahra menemukan Gendis (8), memakai sepatunya yang hilang, tapi ia mengurungkan niat meminta kembali setelah tahu keluarga Gendis lebih miskin darinya. Sementara itu, Ali makin terbebani rasa bersalah dan ingin menebus kesalahannya.
Saat sekolahnya mengadakan lomba lari berhadiah sepatu olahraga untuk juara tiga, Ali bertekad ikut demi mendapatkan sepatu baru untuk Zahra. Ia berlatih keras dan berjanji pada adiknya untuk menang.
Secara jujur, Indozone tidak ingat dengan versi aslinya yang dari Iran, apakah pernah menontonnya dulu saat masih kecil. Namun, jalan ceritanya memang tak asing. Oleh karena itu, ulasan berikut ini tidka akan membandingkan film terdahulu dengan film yang kini diremake dalam cersi Indonesia.
Baca juga: 3 Tantangan Besar Hanung Bramantyo Saat Mengadaptasi 'Children of Heaven' ke Indonesia Era 1980-an
Secara garis besar, film ini mencoba memindahkan latar dan waktu dari cerita aslinya dengan cerita yang dikembangkan para sinemaker, termasuk Hanung Bramantyo. Ia mencoba menciptakan ruang lingkup kota kecil Semarang di era akhir 1980-an yang menjadi dunianya Ali dan Zahra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan