Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 JULI 2026 • 14:00 WIB

Anggy Umbara Ungkap Tantangan Besar Garap Film Found Footage "402 Rumah Sakit Angker Korea", Syuting Pakai 28 Kamera

Anggy Umbara Ungkap Tantangan Besar Garap Film Found Footage 402 Rumah Sakit Angker Korea , Syuting Pakai 28 KameraFilm Found Footage "402 Rumah Sakit Angker Korea", Syuting Pakai 28 Kamera (Rilis Pers)

INDOZONE.ID - Film horor found footage *402 Rumah Sakit Angker Korea menghadirkan tantangan yang tak biasa bagi sutradara Anggy Umbara dan para pemainnya.

Berbeda dengan produksi film konvensional yang umumnya hanya menggunakan satu hingga dua kamera, proyek ini justru mengandalkan puluhan kamera sekaligus demi menghadirkan pengalaman horor yang terasa realistis.

Anggy mengungkapkan proses pascaproduksi menjadi salah satu tantangan terbesar yang pernah ia hadapi selama berkarier sebagai sutradara.

Baca juga: 'Weapons' Raih Rating Tinggi, Puncak Film Horror Tahun Ini?

Menurutnya, penggunaan 28 kamera membuat proses penyuntingan jauh lebih rumit dibandingkan film pada umumnya.

"Biasanya syuting cuma satu atau dua kamera. Ini 28 kamera. Meng-assemble hasil syutingnya sampai berhari-hari. Kalau biasanya empat sampai enam jam sudah selesai, ini bisa tiga hari penuh," ujar Anggy.

Ia menjelaskan, seluruh rekaman dari puluhan kamera harus disusun secara bersamaan di timeline penyuntingan. Kondisi tersebut membuat ruang editing dipenuhi puluhan monitor yang harus dipantau secara bersamaan.

Meski hasil akhirnya terlihat sederhana di layar, Anggy menilai proses di balik pembuatan film found footage jauh dari kata mudah.

"Kelihatannya gampang pas sudah jadi. Padahal prosesnya crazy. Ini salah satu technical editing yang paling sulit yang pernah saya lakukan. Membuat found footage itu tidak mudah," katanya.

Tak hanya dari sisi teknis, film ini juga berusaha menghadirkan nuansa Korea yang autentik. Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi kreator konten dan YouTuber Jang Hansol, yang turut bermain dalam film adaptasi 'Gonjiam Haunted Asylum' yang rilis 2018.

Hansol mengatakan sejak awal dirinya ingin memastikan seluruh elemen Korea dalam film terasa alami, bukan sekadar dibuat menyerupai Korea.

"Saya ingin aspek-aspek Korea di film ini benar-benar terasa Korea yang sebenarnya, bukan Korea yang dibuat-buat. Jadi kalau ditonton orang Korea pun mereka bisa merasa ini natural," ujarnya.

Selama proses syuting, Hansol juga kerap membantu kru dan pemain memahami berbagai kebiasaan masyarakat Korea, mulai dari budaya hingga kondisi sehari-hari agar adegan yang ditampilkan tetap masuk akal.

"Kalau ada yang bertanya soal kebiasaan di Korea atau kondisi di sana, saya bantu menjelaskan supaya semuanya terasa lebih autentik," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis, Marketeers, Indo Premier

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Anggy Umbara Ungkap Tantangan Besar Garap Film Found Footage "402 Rumah Sakit Angker Korea", Syuting Pakai 28 Kamera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!