Film Dokumenter 'Dissidence', Angkat Kisah Inspiratif Atlet Kembar Panjat Tebing (Indozone/Sagita)
INDOZONE.ID - Film dokumenter Dissidence merupakan karya yang mengangkat perjalanan inspiratif dua atlet kembar panjat tebing Indonesia, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan.
Keduanya dikenal dengan julukan “The Twins” di ajang kompetisi panjat tebing dunia.
Film ini mengikuti perjuangan Raviandi dan Ravianto dari dinding latihan sederhana di Jakarta hingga tampil di kompetisi internasional dan jalur panjat ikonik di Pegunungan Alpen Prancis.
Dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan, keduanya tetap mengejar mimpi untuk membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Melalui Dissidence, penonton diajak melihat perjalanan panjang dua atlet muda yang berusaha menembus sistem kompetisi yang tidak mudah.
Sebelumnya, film ini sudah sempat tayang di beberapa negara di dunia. Ini adalah pertama kalinya film tersebut di rumah sendiri, Indonesia.
Dokumenter ini juga menyoroti kuatnya hubungan persaudaraan mereka serta keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi banyak tantangan.
Baca juga: Netflix Gandeng Warner Music Group Garap Film Dokumentar, Siap Angkat Kisah Legenda Musik Dunia
Berbeda dari cabang speed climbing yang sudah banyak menyumbang prestasi bagi Indonesia, Raviandi dan Ravianto berkompetisi di nomor lead dan boulder yang masih berkembang di Tanah Air.
Kategori lead menuntut atlet memanjat dinding setinggi 12 hingga 15 meter dalam waktu terbatas. Disiplin ini membutuhkan strategi membaca jalur, ketahanan fisik, hingga kemampuan mengatur posisi tubuh.
Sementara boulder mengandalkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Atlet harus menyelesaikan jalur pendek tanpa tali dengan berbagai gerakan teknis yang berubah-ubah di setiap kompetisi.
Yenny Wahid (Kiri) - Raviandi dan Ravianto (Tengah) - Rama Dio Syahputra (Kanan) (Indozone/Sagita)
Dalam penayangan perdana film yang digelar di Pacific Place Jakarta pada Sabtu (16/05/2026), sutradara Rama Dio Syahputra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan film tersebut.
Dio mengatakan film ini bukan hanya tentang olahraga panjat tebing, melainkan mengenai mimpi, harapan, dan perjalanan hidup yang membentuk dirinya selama proses produksi berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung